Purwokerto, 31 Oktober 2025 – Menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto memastikan seluruh infrastruktur dan sarana perkeretaapian dalam kondisi optimal. Kesiapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan penumpang yang diprediksi meningkat signifikan selama periode liburan akhir tahun. Seluruh tim teknis, petugas depo, dan kru lapangan dikerahkan secara maksimal untuk menjamin kelancaran perjalanan dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa kereta api.

Krisbiyantoro, Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, menyampaikan bahwa persiapan menghadapi Nataru tahun ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh sarana dan prasarana, mulai dari lokomotif, kereta penumpang, hingga jalur rel dan sinyal. “Kami telah menyiapkan infrastruktur dan sarana dengan matang. Semua pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan terukur agar perjalanan berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya. Menurutnya, setiap unit kerja memiliki tanggung jawab spesifik untuk memastikan tidak ada gangguan teknis selama periode angkutan.

Lebih lanjut, Krisbiyantoro menjelaskan bahwa peningkatan kesiapan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik, tetapi juga pada sistem monitoring dan pengawasan operasional. Pusat kendali operasi di Purwokerto akan beroperasi selama 24 jam penuh, memantau seluruh aktivitas perjalanan di lintas selatan Jawa. “Kami berkoordinasi dengan seluruh pos jaga, depo, dan stasiun besar untuk memastikan seluruh layanan berjalan selaras dan terkendali,” tambahnya.

Selain itu, KAI Daop 5 juga memperkuat infrastruktur pendukung seperti jaringan listrik traksi, sistem persinyalan, dan keamanan perlintasan sebidang. Pemeriksaan khusus dilakukan di jalur-jalur strategis yang sering dilalui kereta jarak jauh, termasuk rangkaian favorit seperti KA Argo Wilis, KA Gajayana, dan KA Turangga. Tim pemeliharaan rutin bekerja siang malam untuk memastikan tidak ada hambatan yang berpotensi mengganggu jadwal keberangkatan.

Dalam hal kesiapan sarana, Depo Purwokerto menjadi pusat utama kegiatan perawatan dan pengujian. Setiap lokomotif dan kereta penumpang menjalani prosedur inspeksi mulai dari sistem pengereman, roda, hingga sistem pendingin udara. 

“Kami tidak hanya melakukan perawatan rutin, tapi juga uji fungsi agar semua sarana siap operasi tanpa kendala,” jelas Krisbiyantoro. Ia menegaskan bahwa semua proses dilakukan sesuai standar P1 hingga P12, yang merupakan prosedur pemeliharaan berjenjang di lingkungan KAI.

KAI Daop 5 juga menyiapkan langkah-langkah darurat untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti cuaca ekstrem, gangguan listrik, atau potensi longsor di jalur pegunungan. Petugas siaga disebar di titik-titik rawan untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan. “Kami ingin memastikan perjalanan penumpang tidak hanya aman, tetapi juga tepat waktu dan nyaman hingga ke tujuan akhir,” kata Krisbiyantoro.

Dengan kesiapan infrastruktur dan sarana yang telah mencapai lebih dari 95 persen, KAI Daop 5 Purwokerto optimistis mampu melayani peningkatan jumlah penumpang dengan kualitas terbaik. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen KAI dalam menjaga konektivitas antarwilayah di Pulau Jawa, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di masa libur panjang. 

“Kami ingin semua penumpang menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bersama KAI,” pungkas Krisbiyantoro. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *