Semarang, 20 November 2025 – KAI Daop 4 Semarang memperketat sistem pendataan untuk setiap barang temuan yang masuk ke layanan Lost and Found. Kebijakan ini diterapkan menyusul meningkatnya jumlah barang tertinggal yang mencapai 440 item selama Januari–Oktober 2025, termasuk 74 barang berharga.
Tingginya temuan barang bernilai membuat KAI harus memastikan setiap tahapan pencatatan dilakukan dengan akurat. Mulai dari lokasi penemuan, jenis barang, waktu ditemukan, hingga identitas pemilik saat verifikasi. Pendataan ini dilakukan guna menjamin kejelasan dan keamanan penanganan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo menjelaskan bahwa sistem pencatatan yang lebih ketat ini menjadi bagian penting dalam peningkatan layanan.
“KAI Daop 4 Semarang meningkatkan pelayanan aman dan terpercaya melalui layanan Lost and Found. Layanan ini membantu pelanggan menemukan barang yang tertinggal di stasiun maupun di kereta api,” ujar Franoto.
Petugas wajib memastikan setiap barang diberi label dan dimasukkan ke database nasional. Jika laporan kehilangan diterima terlebih dahulu, pencarian langsung diarahkan sesuai informasi yang diberikan penumpang.
Franoto menekankan bahwa penanganan barang dilakukan secara bertahap dengan pengawasan intensif. “Setelah laporan diterima, petugas melakukan penelusuran dan mengembalikan barang secara langsung jika segera ditemukan. Jika memerlukan waktu lebih lama, pelanggan akan mendapatkan informasi perkembangan pencarian,” ujarnya.
Pendataan ketat ini juga diterapkan pada barang makanan, meski disimpan hanya satu hari. Hal ini bertujuan menjaga kebersihan area penyimpanan dan menghindari kontaminasi.
Sistem pelaporan yang terintegrasi secara nasional memudahkan pencarian barang, termasuk bagi penumpang yang berpindah stasiun. Proses ini dianggap membantu mempercepat penyelesaian laporan kehilangan.
Memasuki musim perjalanan Nataru, KAI Daop 4 kembali mengimbau penumpang agar selalu mengecek barang bawaan sebelum turun.
“Kami mengajak pelanggan untuk selalu memeriksa kursi, rak bagasi, dan area sekitar sebelum turun dari kereta,” tutup Franoto. (Redaksi)

