Semarang, 20 November 2025 – Sebagai bagian dari komitmen transparansi layanan publik, KAI Daop 4 Semarang merilis laporan resmi mengenai layanan Lost and Found sepanjang 2025. Laporan ini mencakup jumlah barang temuan, jenis barang yang paling banyak tertinggal, hingga persentase barang yang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
Dalam laporan tersebut, tercatat ratusan barang tertinggal ditemukan petugas, dengan tingkat pengembalian mencapai lebih dari 65 persen. Peningkatan sistem pelaporan digital menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan ini.
Jenis barang yang paling banyak dilaporkan hilang meliputi perangkat elektronik, dompet, pakaian, dan tas kecil. Sementara itu, barang yang paling sulit dikembalikan biasanya adalah barang tanpa identitas seperti jaket atau botol minum.
Daop 4 menegaskan bahwa publikasi data ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat serta upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan KAI. Transparansi ini juga menjadi dasar evaluasi internal untuk memperbaiki layanan di tahun berikutnya.
Petugas Lost and Found di seluruh stasiun Daop 4 kini diwajibkan melakukan pendataan lebih detail, termasuk foto barang, waktu penemuan, hingga lokasi penemuan. Data tersebut kemudian dimasukkan ke sistem pusat yang dapat dipantau lintas stasiun.
Daop 4 juga berkomitmen meningkatkan edukasi kepada penumpang agar kasus kehilangan dapat ditekan. Sejumlah langkah preventif seperti pemasangan poster pengingat dan pengumuman audio berkala telah dilakukan sepanjang tahun.
Dengan dirilisnya laporan transparansi ini, Daop 4 berharap masyarakat memahami proses layanan Lost and Found serta turut aktif menjaga barang bawaan selama perjalanan. (Redaksi)

