Semarang, 20 November 2025 – KAI Daop 4 Semarang menyoroti peningkatan temuan barang elektronik seperti handphone dan laptop sepanjang tahun 2025. Tren kenaikan ini menunjukkan adanya kelalaian penumpang yang semakin sering terjadi di tengah meningkatnya mobilitas perjalanan di wilayah Daop 4.
Dalam beberapa bulan terakhir, petugas menemukan puluhan perangkat elektronik bernilai tinggi, baik di kursi penumpang, rak bagasi, maupun ruang tunggu stasiun. Barang-barang tersebut kemudian diserahkan ke unit lost and found untuk dilakukan pendataan dan penyimpanan sesuai prosedur.
Manajer Humas KAI Daop 4, Krisbiyantoro, mengatakan bahwa peningkatan kasus ini perlu mendapat perhatian khusus. “Handphone dan laptop adalah barang bernilai tinggi dan berisi data pribadi yang penting. Kami mengimbau penumpang untuk lebih teliti, terutama sebelum turun dari kereta,” ujarnya.
Untuk memastikan barang elektronik aman, KAI Daop 4 meningkatkan pengawasan petugas serta sistem pendataan. Setiap barang elektronik yang ditemukan akan difoto, dicatat nomor serinya, dan disimpan di tempat khusus yang hanya dapat diakses oleh petugas berwenang.
Pihak Daop 4 juga memperketat proses verifikasi bagi pemilik yang ingin mengambil kembali barangnya. Penumpang diwajibkan menunjukkan bukti yang kuat seperti IMEI, nomor seri, atau data lain yang dapat membuktikan kepemilikan perangkat tersebut.
Selain itu, edukasi mengenai keamanan barang elektronik semakin digencarkan melalui pengumuman pengeras suara dan media visual di stasiun. Penumpang juga diminta tidak menempatkan perangkat elektronik di area yang sulit dijangkau atau mudah terlupa.
Menurut catatan KAI Daop 4, sebagian besar kasus terjadi pada penumpang yang membawa banyak barang atau sedang terburu-buru ketika kereta tiba di stasiun tujuan. Situasi tersebut membuat barang kecil seperti handphone mudah tertinggal.
Krisbiyantoro menambahkan bahwa KAI Daop 4 akan terus memperkuat pelayanan untuk memastikan barang-barang penumpang dapat ditangani dengan baik. “Kami berharap penumpang semakin sadar bahwa barang elektronik memiliki risiko tinggi jika tidak dijaga dengan benar. Waspada dan teliti adalah kunci utamanya,” katanya. (Redaksi)

