Semarang, 4 Desember 2025 – Komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang terhadap kenyamanan dan keselamatan penumpang terbukti nyata dengan pencapaian target 97,5% dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM). Keberhasilan ini dikonfirmasi setelah Daop 4 melewati Rampcheck yang ketat oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub. Pemeriksaan fasilitas dan pelayanan optimal ini dilaksanakan selama dua hari, dari 3 hingga 4 Desember 2025, sebagai persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kegiatan Rampcheck oleh DJKA Kemenhub dan tim gabungan berpegangan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019. Fokus pemeriksaan meliputi seluruh aspek vital di stasiun dan kereta, termasuk fasilitas keamanan (CCTV, petugas), fasilitas kesehatan (P3K, kursi roda), dan fasilitas keselamatan (APAR, jalur evakuasi). Pemeriksaan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko dan menjamin layanan yang prima.
Menurut Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, pemenuhan SPM adalah jaminan yang diberikan kepada masyarakat. “Fokus utama meliputi pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan. Tim telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas dan layanan KAI Daop 4 Semarang dalam menyambut Angkutan Nataru,” ungkap Franoto.
Pengecekan di dalam rangkaian kereta api mencakup verifikasi fasilitas keselamatan darurat dan fasilitas penunjang kenyamanan, seperti kondisi suhu udara dan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Hasilnya memuaskan. Franoto Wibowo menutup, “Secara umum hasil pengecekan menunjukkan bahwa pelayanan dan fasilitas yang disediakan oleh KAI Daop 4 Semarang telah memenuhi ketentuan PM 63 Tahun 2019. Hasil inspeksi ini akan kami jadikan acuan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan maksimal.” (Redaksi)

