Semarang, 20 November 2025 – Menjelang puncak masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), KAI Daop 4 Semarang meningkatkan kesiagaan layanan Lost and Found di seluruh titik operasional. Lonjakan penumpang yang diprediksi meningkat hingga 30 persen membuat potensi barang tertinggal diperkirakan ikut naik, sehingga layanan ini menjadi krusial.

KAI Daop 4 menyampaikan bahwa seluruh petugas lost and found telah dibekali pelatihan tambahan menyangkut keamanan, prosedur identifikasi barang, dan percepatan verifikasi data. Langkah ini dilakukan agar barang yang ditemukan dapat segera tercatat dan diproses tanpa hambatan.

Peningkatan aktivitas penumpang pada masa Nataru kerap diiringi dengan meningkatnya gangguan lupa membawa barang, terutama ketika penumpang membawa banyak bawaan sekaligus. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai pentingnya memeriksa barang kembali sebelum turun dari kereta turut ditingkatkan melalui pemberitahuan audio dan visual.

Sejumlah area di stasiun juga telah dipetakan sebagai titik rawan penumpang lupa barang, seperti ruang tunggu, mushola, dan area charger. Petugas kebersihan dan keamanan yang berjaga di area tersebut diarahkan untuk lebih proaktif melaporkan barang yang mereka temukan.

Tak hanya itu, KAI Daop 4 juga menegaskan bahwa seluruh barang temuan dari kereta maupun stasiun harus masuk ke sistem nasional Lost and Found KAI dalam jangka waktu 24 jam. Hal ini memungkinkan penumpang dari luar kota tetap dapat melacak barang mereka secara daring.

Petugas Polsuska sebagai ujung tombak dalam pengawasan perjalanan turut dilibatkan dalam upaya intensifikasi ini. Mereka berperan penting dalam pengecekan ulang rangkaian kereta setelah perjalanan selesai untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal.

Dalam kesempatan yang sama, manajemen Daop 4 mengajak masyarakat untuk menjaga barang berharga mereka dengan baik, misalnya menyimpannya pada tas kecil yang selalu dibawa. Hal ini dinilai dapat mengurangi potensi kehilangan yang biasanya terjadi akibat peletakan barang di rak bagasi.

KAI berharap bahwa dengan intensifikasi layanan lost and found dan peningkatan kesadaran penumpang, jumlah laporan barang hilang pada masa Nataru tahun ini dapat ditekan secara signifikan. (Redaksi) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *