Semarang, 20 November 2025 – KAI Daop 4 Semarang melaporkan sebanyak 74 barang berharga tertinggal di kereta dan stasiun sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025. Temuan tersebut meliputi perangkat elektronik, dompet, perhiasan, dan sejumlah barang pribadi bernilai tinggi lainnya. Data ini menunjukkan bahwa tingkat barang tertinggal masih cukup tinggi meski berbagai imbauan telah dilakukan oleh perusahaan.
Dari total temuan tersebut, perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, dan kamera masih menjadi barang yang paling dominan. Banyak di antaranya ditemukan setelah rangkaian kereta selesai beroperasi dan diperiksa oleh petugas kebersihan serta petugas pengamanan. Setelah ditemukan, barang tersebut segera dibawa ke pusat layanan Lost and Found untuk didokumentasikan.
Dompet penumpang yang berisi dokumen identitas penting seperti KTP, SIM, dan kartu ATM juga termasuk dalam daftar temuan yang cukup sering. Dalam kasus ini, petugas segera melakukan upaya menghubungi pemilik berdasarkan data identitas. Proses pengembalian dilakukan dengan prosedur keamanan ketat agar barang sensitif dapat kembali ke tangan yang tepat.
Selain perangkat elektronik dan dompet, terdapat juga temuan berupa perhiasan dan jam tangan bernilai tinggi. Barang-barang ini biasanya ditemukan di bawah kursi, di bagasi atas, atau tertinggal di ruang tunggu stasiun. Setiap barang berharga yang ditemukan dicatat secara detail dan disimpan dalam ruang penyimpanan khusus yang aman.
KAI Daop 4 menilai bahwa salah satu penyebab tingginya jumlah barang berharga tertinggal adalah peningkatan pergerakan masyarakat pasca-normalisasi mobilitas. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya volume penumpang, sehingga potensi kelalaian penumpang dalam memantau barang bawaan juga ikut bertambah.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Daop 4 memperkuat materi sosialisasi kepada penumpang. Pengumuman rutin dilakukan melalui audio di kereta serta melalui infografis di stasiun. Informasi tersebut mengingatkan penumpang untuk memeriksa kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta.
Hingga saat ini, sebagian besar dari 74 barang berharga tersebut telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Keberhasilan pengembalian ini merupakan hasil koordinasi cepat antara petugas stasiun, petugas on board, dan unit Lost and Found. Digitalisasi proses pencatatan juga mempercepat proses pencocokan data barang hilang dengan laporan penumpang.
KAI Daop 4 menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan penanganan barang tertinggal melalui sistem yang lebih efisien, peningkatan SDM, dan fasilitas yang lebih memadai. Perusahaan berharap jumlah barang tertinggal dapat terus ditekan dan kesadaran penumpang semakin meningkat di masa mendatang. (Redaksi)

