Jakarta, 28 Agustus 2025 – Sebagai bentuk komitmen terhadap keunggulan dalam pelayanan publik, KAI Daop 3 Cirebon mengintensifkan program pelatihan P3K dan kegawatdaruratan medis bagi seluruh frontliner. Inisiatif yang dilaksanakan di Gedung Cakrabuana ini merefleksikan visi perusahaan untuk menciptakan ekosistem transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Program pelatihan yang melibatkan berbagai profesi frontliner ini menjadi investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Masinis, Polsuska, Kondektur, Layanan Pelanggan di Stasiun, Pengawas Peron, Petugas Pemeriksa Terminal, dan Petugas Tiket mendapat kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang pertolongan pertama pada kecelakaan.
Metodologi pelatihan yang diterapkan menggabungkan pembelajaran teoretis dengan praktik intensif yang dipandu langsung oleh Dokter Fungsional perusahaan. Para peserta mempelajari berbagai aspek penanganan medis darurat, mulai dari identifikasi jenis-jenis luka yang menimbulkan pendarahan hingga teknik-teknik penyelamatan hidup yang kritis seperti Resusitasi Jantung Paru.
Manajer Hubungan Masyarakat KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menjelaskan bahwa program ini lahir dari pengalaman nyata di lapangan di mana frontliner sering menghadapi situasi medis darurat yang melibatkan penumpang. “Melalui kegiatan ini, diharapkan dengan keterampilan P3K yang diperoleh, para frontliner semakin siap dalam memberikan pelayanan prima sekaligus menjaga keselamatan penumpang,” kata Muhib, menegaskan pentingnya kesiapan frontliner dalam menghadapi berbagai skenario darurat.
(Redaksi)

