Jakarta, 22 Agustus 2025 – Ambisi KAI untuk mencapai standar keselamatan kelas dunia memerlukan penyelarasan dengan praktik terbaik internasional dalam industri transportasi kereta api. Perusahaan ini mengadopsi metodologi yang telah terbukti efektif di negara-negara maju, sambil melakukan penyesuaian yang sesuai dengan kondisi geografis, demografis, dan kultural Indonesia.
Perbandingan dengan standar keselamatan kereta api internasional menunjukkan bahwa isu perlintasan sebidang merupakan tantangan umum yang dihadapi oleh berbagai negara di dunia. Namun, pelaksanaan yang berhasil dari program keselamatan menyeluruh telah membuktikan bahwa tingkat kecelakaan dapat ditekan secara signifikan melalui kombinasi dari solusi teknologi, penegakan regulasi, dan kampanye kesadaran publik.
Raden Agus Dwinanto Budiadji, Direktur Sekretaris Korporat KAI, menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam inisiatif keselamatan. “Selain melaksanakan UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian secara konsisten, kami juga mengadopsi protokol keselamatan internasional untuk memastikan bahwa standar keselamatan KAI dapat berkompetisi di tingkat global,” paparnya.
Pencapaian KAI dalam program keselamatan mendemonstrasikan komitmen terhadap keunggulan yang berkelanjutan. Kemajuan dari 123 perlintasan yang ditutup pada 2023, meningkat menjadi 309 perlintasan pada 2024, dan berlanjut dengan 187 penutupan hingga pertengahan 2025, menunjukkan kematangan organisasi dalam pelaksanaan program. KAI mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam inisiatif keselamatan kelas dunia ini melalui adopsi standar internasional, pengembangan kemitraan global, dan pelaksanaan teknologi keselamatan terdepan.
(Redaksi)

