Jakarta, 22 Oktober 2025 – Dalam era transisi menuju ekonomi hijau, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KA Argo Bromo Anggrek berperan penting sebagai motor konektivitas ramah lingkungan. Kereta ini tidak hanya mempercepat mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga mengedepankan efisiensi energi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dengan layanan yang melibatkan 288.065 pelanggan sepanjang Januari–September 2025, Argo Bromo Anggrek menjadi pilihan transportasi rendah emisi yang memperkuat jalur ekonomi utara Jawa.
“KA Argo Bromo Anggrek adalah representasi komitmen KAI dalam menghadirkan perjalanan yang cepat, nyaman, dan berkelas. Setiap pengembangan kami lakukan dengan memperhatikan keselamatan, kenyamanan pelanggan, serta efisiensi energi,” tutur Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.
Penggunaan rangkaian stainless steel buatan PT INKA sejak 2019 menunjukkan langkah nyata KAI dalam menghadirkan moda transportasi hemat energi. Selain ringan dan efisien, desain ini juga mengurangi konsumsi bahan bakar serta menekan emisi karbon.
Keberadaan Argo Bromo Anggrek juga memperkuat sektor ekonomi lintas Jawa, menghubungkan sentra industri di Jakarta dan Surabaya dengan pusat distribusi di Cirebon dan Semarang. Konektivitas ini mendukung rantai pasok nasional yang lebih hijau dan efisien.
Selain mendorong efisiensi transportasi, KAI aktif menerapkan praktik ramah lingkungan di seluruh operasionalnya. Mulai dari pengelolaan limbah hingga digitalisasi tiket untuk mengurangi penggunaan kertas.
Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita pemerintah yang menekankan pentingnya mobilitas rendah karbon dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.
Dengan inovasi berkelanjutan, Argo Bromo Anggrek tidak hanya menjadi moda transportasi unggulan, tetapi juga simbol transisi hijau di sektor perkeretaapian nasional. (Redaksi)

