Jakarta, 13 September 2025 – Upaya transformasi berkelanjutan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendapat apresiasi dalam ajang Fortune Indonesia 100 Gala 2025. Acara ini berlangsung di Sheraton Grand Jakarta Hotel Gandaria City, Jumat (12/9), dan menempatkan KAI di peringkat ke-34 dalam daftar perusahaan terbaik nasional.
Daftar Fortune Indonesia 100 dikenal sebagai barometer kontribusi perusahaan terhadap perekonomian. Di kategori Transportation and Logistics, KAI kembali bersanding dengan PT Garuda Indonesia dan PT Samudera Indonesia, menegaskan kiprahnya dalam memperkuat transportasi nasional.
“Penghargaan ini mencerminkan komitmen seluruh Insan KAI untuk terus menjaga standar layanan, kinerja operasional, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas. KAI akan terus berinovasi agar dapat menjadi solusi mobilitas yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Kinerja keuangan yang tumbuh positif memperkuat transformasi KAI. Hingga semester I 2025, pendapatan mencapai Rp16,8 triliun atau naik 1,53% dari tahun sebelumnya. EBITDA meningkat 17,6% menjadi Rp4,1 triliun, sementara laba bersih tumbuh 7,7% menjadi Rp1,2 triliun.
Dari sisi layanan, KAI berhasil menjaga On-Time Performance pada level tinggi. KA Penumpang mencatat keberangkatan tepat waktu 99,51% dan kedatangan 96,24%. Sementara KA Barang berhasil mencapai keberangkatan 96,76% dan kedatangan 90,13%.
Jumlah pelanggan yang terus meningkat juga menjadi penanda keberhasilan transformasi. Hingga Juli 2025, KAI Group melayani 286 juta pelanggan, naik 9% dibanding tahun sebelumnya.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menambahkan, “Selain menjaga stabilitas keuangan, KAI juga membangun fondasi masa depan transportasi Indonesia. Fokus kami adalah menghadirkan layanan terintegrasi, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.”
Dengan penghargaan dari Fortune Indonesia 100 Gala, KAI membuktikan bahwa transformasi berkelanjutan yang dijalankan tidak hanya menghasilkan kinerja positif, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap transportasi massal nasional. (Redaksi)

