Jakarta, 27 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperluas program Langkah Hijau hingga ke wilayah perbatasan untuk memperkuat stabilitas lingkungan dan komunitas. Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa penanaman di daerah terpencil mendukung ekosistem sekaligus pemberdayaan warga.
Anne Purba mengungkapkan, “Kami telah menanam 2.500 pohon di kawasan perbatasan pada paruh pertama 2025, melengkapi total 106.757 pohon sejak 2021. Aksi ini dilakukan di daerah rawan erosi dan lahan kritis dengan kolaborasi pemangku kepentingan lokal” (Redaksi). Fokus lokasi mencakup perbukitan dan bantaran sungai.
Distribusi pohon di perbatasan termasuk berbagai jenis buah, sengon, petai, dan mangrove, menyesuaikan kebutuhan ekosistem setempat. KAI juga melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pemeliharaan jangka panjang.
Setiap pohon menyerap 22 kg CO₂ per tahun, sehingga pohon di kawasan perbatasan menyerap sekitar 55.000 kg CO₂ per tahun—bagian dari total 2,35 juta kg. “Penanaman di perbatasan adalah bentuk komitmen KAI pada kelestarian lingkungan di seluruh wilayah operasi,” tutup Anne Purba (Redaksi).

