Jakarta, 27 Desember 2025 – Perjalanan sejauh 388 kilometer yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 9 jam 20 menit menjadi salah satu keunggulan Kereta Api Rajabasa yang berhasil masuk sepuluh besar nasional. Relasi Stasiun Kertapati Palembang menuju Stasiun Tanjungkarang Lampung ini melayani 23.321 penumpang selama periode Nataru 2025/2026. Jarak tempuh tersebut menjadikan KA Rajabasa sebagai kereta api dengan rute terpanjang di Pulau Sumatra. Meskipun membutuhkan waktu perjalanan yang cukup lama, masyarakat tetap memilih kereta api karena kenyamanan dan tarif yang sangat terjangkau.

Rute sepanjang 388 kilometer ini menghubungkan dua provinsi besar, yaitu Sumatra Selatan dan Lampung, melewati berbagai kawasan strategis. Jalur ini melintasi pusat-pusat kegiatan ekonomi, kawasan permukiman, serta berbagai simpul pergerakan masyarakat di kedua wilayah. Dengan waktu tempuh sekitar 9 jam, penumpang dapat menikmati perjalanan yang relatif nyaman tanpa harus mengalami kelelahan berkendara atau terjebak kemacetan jalan raya. Faktor kenyamanan ini menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh, terutama saat libur panjang.

Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT KAI Anne Purba menekankan pentingnya konektivitas yang disediakan oleh KA Rajabasa. Jalur ini menjadi penghubung vital antara dua wilayah kerja PT KAI di Sumatra, khususnya saat periode Nataru ketika pergerakan masyarakat meningkat tajam. “KA Rajabasa menjadi penghubung strategis antara wilayah kerja Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang, khususnya pada periode Nataru ketika mobilitas masyarakat meningkat signifikan,” jelasnya. Konektivitas ini memudahkan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik atau wisata antarprovinsi dengan lebih mudah dan nyaman.

Keberhasilan KA Rajabasa masuk dalam jajaran sepuluh besar nasional sebagai satu-satunya wakil Sumatra tidak lepas dari dukungan tarif yang terjangkau. Dengan harga maksimal Rp32.000 untuk relasi terjauh, masyarakat dapat menikmati perjalanan 388 kilometer dengan biaya yang sangat ekonomis. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan memberikan dukungan subsidi Kewajiban Pelayanan Publik untuk memastikan layanan tetap beroperasi dengan tarif bersahabat. Dukungan ini menjaga keberlanjutan layanan KA Rajabasa dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat Sumatra.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *