Jakarta, 26 Desember 2025 – Layanan kereta api jarak jauh selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mencatat 10 relasi favorit dengan jumlah penumpang tertinggi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) merilis data yang menunjukkan bahwa relasi-relasi tertentu menjadi pilihan dominan masyarakat untuk berbagai keperluan perjalanan. Sepanjang periode 18-25 Desember 2025, KAI melayani total 1,76 juta penumpang untuk layanan kereta api jarak jauh dan lokal di berbagai wilayah operasional.

Daftar 10 relasi favorit dipimpin oleh KA Airlangga relasi Pasarsenen-Surabaya Pasar Turi dengan 33.708 penumpang, disusul oleh arah sebaliknya dengan 33.157 penumpang. KA Joglosemarkerto relasi Solo Balapan-Semarang Tawang mencatat 31.021 penumpang, sementara rute Solo Balapan-Solo Balapan melayani 28.074 penumpang. Relasi lainnya yang masuk dalam 10 besar meliputi KA Sri Tanjung dengan dua arah perjalanan yang masing-masing melayani lebih dari 25.000 penumpang, serta KA Kahuripan, Jayakarta, dan Rajabasa.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa relasi-relasi tersebut berperan penting dalam memperlancar perjalanan lintas wilayah, termasuk menuju kampung halaman dan daerah tujuan wisata. Kereta api menjadi sarana penting yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai tujuan selama masa libur panjang. “Selama masa Nataru, KAI menjaga kelancaran mobilitas masyarakat melalui layanan yang andal, kapasitas yang memadai, serta konektivitas antardaerah yang mendukung perjalanan libur Natal dan Tahun Baru,” katanya mengenai peran KAI dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Pergerakan penumpang menunjukkan tren peningkatan seiring mendekatnya puncak libur Natal, dengan jumlah tertinggi tercatat pada 24 Desember 2025 sebanyak 259.333 penumpang. Pada 26 Desember 2025, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 194.211 pelanggan berdasarkan data pemesanan hingga pukul 08.00 WIB. Angka tersebut masih bersifat dinamis dan diperkirakan terus bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung, menunjukkan konsistensi pergerakan masyarakat pascalibur Natal serta keberlanjutan aktivitas perjalanan selama periode Nataru.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *