Jember, 6 Oktober 2025 – Kehadiran KA Ijen Ekspres relasi Ketapang – Malang terbukti menjadi pilihan favorit masyarakat. Sejak diluncurkan pada 1 Februari 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember mencatat lebih dari 71 ribu penumpang yang telah menggunakan layanan ini hingga akhir September 2025.
Data menunjukkan minat masyarakat cukup tinggi, dengan rata-rata okupansi saat hari kerja mencapai 78% dan meningkat menjadi 89% pada akhir pekan. Jumlah penumpang naik tercatat 88.241 orang, sedangkan penumpang turun mencapai 93.673 orang, menegaskan bahwa KA Ijen Ekspres berperan sebagai moda transportasi andalan yang menghubungkan wilayah timur Jawa Timur dengan pusat pendidikan, ekonomi, dan wisata di Malang Raya.
Stasiun asal keberangkatan yang mencatat penumpang terbanyak adalah Stasiun Jember (18.609 penumpang), disusul Stasiun Banyuwangi Kota (16.206 penumpang), dan Stasiun Kalisetail (10.114 penumpang).
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat terhadap layanan KA Ijen Ekspres.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan pelanggan yang telah menjadikan KA Ijen Ekspres sebagai moda transportasi andalan. Capaian ini akan menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan pelayanan, khususnya dalam menghadapi Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kami ingin memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus mendukung perekonomian dan sektor pariwisata di wilayah Jember, Banyuwangi, hingga Malang,” ujar Cahyo.
KAI Daop 9 Jember menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas layanan sekaligus menghadirkan inovasi berkelanjutan. Masyarakat dihimbau merencanakan perjalanan lebih awal, membeli tiket melalui aplikasi KAI Access maupun mitra resmi, dan tetap menjaga ketertiban serta keselamatan saat menggunakan layanan kereta api.
“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada KAI. Kami berharap kehadiran KA Ijen Ekspres semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat konektivitas antardaerah, serta menjadi pendorong utama pertumbuhan wisata dan perekonomian di kawasan tapal kuda Jawa Timur,” tambah Cahyo. (Redaksi)

