Jakarta, 13 Oktober 2025 – Layanan Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (BIAS) terus menunjukkan kinerja positif dengan mencatatkan 613.403 pelanggan sepanjang Januari hingga September 2025. Angka ini menjadi bukti meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Tengah, sekaligus memperkuat posisi KAI Group sebagai penggerak utama konektivitas berbasis rel di kawasan tersebut.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menegaskan bahwa KA Bandara kini menjadi tulang punggung transportasi publik yang efisien dan terintegrasi. “Kereta Api bandara menghadirkan cara bermobilitas yang efisien dan berdaya saing. Dari Yogyakarta hingga Madiun, kehadiran layanan ini menjadi penghubung produktivitas yang mempercepat aktivitas perekonomian,” ujar Anne.

Lonjakan penumpang BIAS juga didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya moda transportasi yang cepat, nyaman, dan ramah lingkungan. Data menunjukkan puncak keberangkatan tertinggi terjadi pada Mei dengan 37.737 penumpang, sementara kedatangan terbanyak tercatat pada April sebanyak 42.039 orang.

Solo Balapan, Sragen, dan Solojebres menjadi simpul mobilitas terpadat. Ketiga stasiun ini berperan penting dalam menghubungkan pergerakan manusia dan aktivitas ekonomi di kawasan Solo Raya, yang kini semakin menjelma sebagai pusat pertumbuhan baru di Jawa Tengah.

Seiring dengan peningkatan permintaan, sejak 17 Agustus 2025 lintasan BIAS resmi diperpanjang hingga Stasiun Caruban. Langkah ini memperluas jangkauan layanan dari Bandara Adi Soemarmo ke wilayah Madiun Raya, menjadikan transportasi publik semakin inklusif dan terintegrasi antarprovinsi.

“Tren ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin mempercayai moda berbasis rel sebagai pilihan transportasi yang tepat waktu, nyaman, dan ramah lingkungan,” tambah Anne.

KAI juga menerapkan sistem digital melalui aplikasi Access by KAI, memudahkan pelanggan dalam membeli tiket dan merencanakan perjalanan. Inovasi ini memperkuat kehadiran BIAS sebagai layanan transportasi publik modern yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Dengan peningkatan signifikan jumlah penumpang, KA Bandara BIAS kini tidak hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga simbol perubahan menuju mobilitas perkotaan yang cerdas dan berkelanjutan di Jawa Tengah. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *