Jakarta, 11 September 2025 – Stasiun Yogyakarta menjadi pusat perhatian saat PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Yayasan Tarakanita Yogyakarta menggelar kampanye lingkungan hidup bertajuk “Rel Perjalanan: Jogja Bergerak Lindungi Ozon”. Acara ini berlangsung pada Kamis (11/9), bertepatan dengan Hari Ozon Sedunia, dan menegaskan komitmen bersama menjaga bumi.
Kampanye tersebut melibatkan 40 siswa Tarakanita yang turut memeriahkan acara dengan berbagai kegiatan ramah lingkungan. Mereka menggelar pameran karya, membagikan eco-enzyme berbentuk hand sanitizer, benih tanaman, serta tas ramah lingkungan kepada penumpang. Edukasi tentang transportasi rendah emisi juga digaungkan melalui seni pertunjukan dan musik bernuansa lingkungan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menekankan bahwa isu lingkungan bisa diangkat dengan cara kreatif. “Kegiatan ini membuktikan bahwa isu lingkungan bisa disuarakan secara kreatif dengan melibatkan generasi muda. KAI percaya keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kami menghadirkan inovasi ramah lingkungan seperti face recognition boarding, e-boarding pass, pemanfaatan panel surya, penanaman tumbuhan asli di stasiun, hingga fitur carbon footprint pada tiket. Dengan kereta api, mobilitas bukan hanya soal perjalanan, tapi juga kontribusi nyata untuk bumi yang lebih sehat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Yayasan Tarakanita, Suster Pauleta CB, M.Pd, mengapresiasi sinergi ini. Menurutnya, kampanye tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa sekaligus menguatkan visi pendidikan. “Kami menyambut baik kolaborasi ini. Kepedulian KAI terhadap lingkungan sejalan dengan visi Tarakanita untuk mendidik pribadi yang cerdas, berintegritas, dan peduli lingkungan. Harapannya, semakin banyak pihak yang tergerak menjaga kelestarian bumi demi masa depan generasi mendatang.”
Apresiasi juga datang dari masyarakat. Yudi, penumpang KA Manahan relasi Yogyakarta–Gambir, menyebut kampanye ini langkah positif. “Menurut saya, ini langkah bagus sekali. Penumpang jadi diingatkan pentingnya peduli lingkungan. Apalagi kereta api sendiri sudah terbukti lebih ramah lingkungan dibanding moda lain. Saya mendukung penuh inisiatif seperti ini karena manfaatnya nyata, baik untuk bumi maupun masyarakat,” ucapnya.
Para siswa pun tampak antusias. Iora, salah seorang peserta, mengaku mendapatkan pengalaman berkesan. “Rasanya seru sekali bisa ikut kegiatan langsung di stasiun. Belajar tentang lingkungan sambil melihat kereta itu pengalaman berharga,” katanya dengan penuh semangat.
Sejalan dengan itu, KAI terus memperluas program penghijauan sejak 2021. Hingga pertengahan 2025, tercatat 106.757 pohon ditanam di berbagai lokasi, termasuk stasiun, kantor, dan kawasan masyarakat. Upaya berkelanjutan ini tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, tetapi juga pada manfaat sosial-ekonomi, sehingga bumi yang lebih sehat dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (Redaksi)

