Jakarta, 22 September 2025 – Nama KA Cut Meutia bukan sekadar label sebuah transportasi, tetapi juga simbol perlawanan seorang pahlawan perempuan Aceh terhadap penjajah. Layanan kereta perintis ini menjadi cara KAI menghormati sejarah sekaligus menghadirkan konektivitas modern bagi masyarakat Aceh Utara.
Sejak diresmikan pada 3 November 2016, KA Cut Meutia hadir dengan rangkaian KRDI buatan PT INKA. Dengan tarif Rp2.000, layanan ini memberikan akses transportasi murah dan praktis bagi masyarakat sekitar.
Data Januari–Agustus 2025 mencatat, KA ini telah melayani 30.527 pelanggan dengan okupansi tertinggi 8.291 orang pada Februari. Selama periode tersebut, kereta ini menempuh 1.944 perjalanan, memperlihatkan dedikasi pelayanan yang konsisten.
“KA Cut Meutia hadir sebagai transportasi andalan masyarakat sekaligus pintu menuju pengalaman wisata yang khas di Aceh. Dari balik jendela kereta, pelanggan dapat menikmati panorama pantai seperti Pantai Mulia, Pantai Curah, hingga Pantai Krueng Mane. Inilah wujud layanan Semakin Melayani di HUT ke-80 KAI, menghadirkan perjalanan singkat yang penuh cerita dan memperkaya pengalaman berwisata bagi masyarakat di sana,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.
Kini, KA Cut Meutia melayani perjalanan sejauh 21,4 km dari Krueng Geukueh hingga Kutablang. Jalur ini menegaskan hadirnya kereta api hingga stasiun paling barat Indonesia.
Selain menghadirkan konektivitas, nama Cut Meutia juga mengingatkan masyarakat akan semangat perjuangan. Rumah Cut Meutia di Aceh Utara yang dijadikan museum terus menjadi tempat generasi muda belajar tentang keberanian pahlawan bangsa.
Dengan mengabadikan nama Cut Meutia, layanan kereta ini menjadi simbol bahwa jejak perlawanan tidak pernah pudar, justru hidup dalam setiap perjalanan rel yang melintasi bumi Aceh. (Redaksi)

