Jakarta, 27 Oktober 2025 — Awal pekan ini menjadi momentum pemulihan penuh bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) setelah gangguan jalur akibat anjlogan KA Purwojaya (KA 58F) di Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi. Operasional perjalanan kereta api kini kembali lancar dengan ketepatan waktu keberangkatan mencapai 97,73 persen.
Pemulihan ini menjadi bukti kesiapan KAI dalam menjaga stabilitas layanan meski menghadapi kendala teknis di lapangan. Aktivitas di Stasiun Gambir dan Pasar Senen pun berjalan normal tanpa hambatan berarti.
“Sore ini keberangkatan dari Jakarta sudah berjalan normal, dan pelanggan dapat kembali melakukan perjalanan dengan nyaman. Namun kami terus memonitor sejumlah perjalanan yang masih mengalami keterlambatan kedatangan karena dampak lanjutan dari kejadian di Kedunggedeh,” ungkap Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.
Berdasarkan data, ketepatan waktu perjalanan pada Minggu (26/10) hanya mencapai 74 persen untuk keberangkatan dan 58 persen untuk kedatangan. Namun, berkat kerja cepat tim lapangan dan dukungan pihak terkait, angka tersebut melonjak signifikan hanya dalam waktu 24 jam.
Anne menjelaskan, keberhasilan pemulihan ini tidak lepas dari kerja sama erat antara KAI, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan berbagai instansi lainnya.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada DJKA, KNKT, dan semua pihak yang terlibat dalam percepatan pemulihan. Berkat kerja sama yang solid, jalur yang sempat terganggu kini sudah dapat dilalui dengan kecepatan normal, dan layanan berangsur pulih sepenuhnya,” ujarnya.
KAI juga memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak sesuai ketentuan PM 63 Tahun 2019, mulai dari pengembalian biaya tiket hingga penyediaan konsumsi di stasiun bagi pelanggan yang menunggu lebih lama.
Sebanyak 10.693 tiket dibatalkan dalam program service recovery. KAI memastikan proses refund dilakukan secara cepat dan transparan, baik melalui loket stasiun maupun sistem transfer dalam waktu maksimal 1×24 jam.
Selain itu, KAI terus membuka ruang komunikasi publik agar pelanggan dapat menyampaikan masukan. “Kami menerima banyak masukan dari pelanggan terkait pelaksanaan service recovery. Semua masukan tersebut menjadi bahan penting bagi kami untuk memperbaiki sistem layanan agar lebih cepat, transparan, dan mudah diakses,” tutur Anne.
“Masukan dari pelanggan sangat berarti bagi kami. Dalam setiap kejadian, kami belajar untuk menjadi lebih baik. KAI berkomitmen memperkuat sistem pelayanan dan memastikan perjalanan kereta api tetap menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, dan bisa dipercaya,” tutup Anne. (Redaksi)

