Palembang, 6 Desember 2025 – Memasuki masa puncak perjalanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, KAI Divisi Regional III Palembang memastikan jalur kereta berada dalam pengamanan ketat melalui peningkatan patroli dan pengawasan harian. Penguatan ini dilakukan untuk mencegah dampak cuaca ekstrem yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.

Curah hujan tinggi yang memicu ketidakstabilan tanah dan potensi longsor menjadi alasan utama pengawasan diperketat. Dengan menurunkan 36 tenaga ekstra, Divre III memfokuskan penjagaan di 17 titik rawan yang tersebar sepanjang jalur operasional.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa persiapan ekstra menjadi keharusan untuk menjaga keselamatan kereta api, terutama dalam situasi cuaca yang sulit diprediksi. Ia menegaskan bahwa keselamatan pelanggan tidak boleh terganggu oleh faktor alam.

“Cuaca ekstrem bukan sekadar ancaman teknis, tetapi faktor risiko serius terhadap stabilitas jalur kereta api. Karena itu, KAI Divre III Palembang menjalankan pola operasi siaga dengan memperkuat penjagaan jalur. Setiap titik rawan dan pergerakan tanah kami pantau, dan setiap potensi ancaman direspon cepat,” tegas Aida.

Personel di lapangan terus melakukan pemantauan visual dan pemeriksaan geoteknik untuk mengetahui perubahan kecil yang dapat memengaruhi jalur. Respons cepat diterapkan apabila ditemukan indikasi gangguan seperti amblesan atau pergeseran tanah.

Selain menambah personel, Divre III juga mengaktifkan AMUS berisi material darurat seperti balas, bantalan, rel bekas, dan karung penahan erosi. Material ini digunakan untuk memperbaiki kerusakan ringan sebelum mengganggu perjalanan.

KPJR, lori dresin, serta gerbong balas ditempatkan dalam kondisi siap gerak untuk merespons laporan gangguan dari tim patroli. Sinergi antara personel, peralatan, dan pengawasan berlapis menjadi kunci utama pengamanan operasi Nataru.

Dengan sistem pengamanan terpadu, KAI Divre III memastikan bahwa perjalanan kereta api di masa Nataru tetap aman, lancar, dan terkontrol meski cuaca ekstrem mengintai. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *