Jakarta, 12 Agustus 2025 – Pengembangan sistem transportasi multimodal yang terintegrasi menjadi fokus strategis dalam kerjasama KAI dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dengan tujuan menciptakan seamless connectivity antara berbagai moda transportasi untuk memberikan end-to-end journey experience yang superior. Konsep multimodal integration ini meliputi koordinasi antara kereta api, bus rapid transit, transportasi online, dan traditional transportation modes.
KA Bandara YIA yang melayani 1.620.339 penumpang dengan pertumbuhan 30,63% menjadi anchor dalam sistem multimodal ini, providing critical link antara air transportation dan ground transportation network. Integration dengan ride-sharing services, airport shuttle, dan public transportation di sekitar bandara menciptakan comprehensive mobility solution untuk travelers yang seamless dan efficient.
Commuter Line yang melayani 4.413.690 penumpang berperan sebagai backbone untuk daily mobility, dengan integration points di major stations yang memungkinkan easy transfer ke berbagai moda transportasi lainnya. Smart ticketing system yang unified memungkinkan penumpang menggunakan satu payment method untuk multiple transportation modes, significantly improving user experience dan reducing friction in multimodal journeys.
Anne Purba menjelaskan visi komprehensif untuk multimodal integration. “Kami mengembangkan ecosystem transportasi yang truly integrated, dimana penumpang dapat melakukan perjalanan dari point A ke point B menggunakan kombinasi moda transportasi dengan satu platform booking dan payment,” ungkap Anne. Dengan dukungan infrastruktur digital yang robust dan partnership dengan various transportation providers, sistem multimodal ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan smart transportation ecosystem di kota-kota besar Indonesia lainnya, providing sustainable dan efficient mobility solution untuk urban population yang terus bertumbuh.
(Redaksi)

