Jakarta, 26 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menghadirkan terobosan inovasi melalui program pengembangan peron tinggi dan over capping di Stasiun Kediri yang mengusung konsep integrasi transportasi cerdas. Program visioner ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas transportasi siap masa depan yang menggabungkan kecerdasan buatan, desain berkelanjutan, dan optimalisasi pengalaman pelanggan.
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi strategis dari peta jalan transformasi digital yang bertujuan menghadirkan infrastruktur transportasi yang kompatibel dengan standar Industri 4.0. “Pengembangan peron tinggi dan over capping merepresentasikan konvergensi antara infrastruktur kereta api tradisional dengan aplikasi teknologi pintar yang berkembang,” ujarnya dalam briefing teknologi Selasa (26/8/2025).
Teknologi elevasi platform yang diimplementasikan menghadirkan optimalisasi alur penumpang mulus melalui eliminasi hambatan fisik antara platform stasiun dengan titik masuk kereta, menciptakan peningkatan aksesibilitas untuk penumpang dengan beragam kebutuhan termasuk individu dengan tantangan mobilitas, populasi lanjut usia, dan penumpang dengan bagasi berukuran besar. Inovasi ini menghadirkan perbaikan operasional melalui throughput penumpang yang dipercepat, performa ketepatan waktu yang ditingkatkan, dan pengurangan risiko keselamatan komprehensif.
Konstruksi over capping dengan kemampuan infrastruktur pintar berfungsi sebagai platform terintegrasi untuk deployment teknologi Internet of Things, jaringan sensor, dan sistem otomatis yang menciptakan ekosistem stasiun cerdas. Integrasi teknologi ini mencakup sistem pemeliharaan prediktif, monitoring kapasitas real-time, dan fitur bantuan penumpang yang dipersonalisasi yang menghadirkan pengalaman transportasi generasi berikutnya. “Secara strategis, pencapaian ini mentransformasi Stasiun Kediri menjadi showcase transportasi pintar yang mengintegrasikan inovasi dengan prinsip keberlanjutan,” konklusi Zainul.
(Redaksi)

