Jakarta, 28 Agustus 2025 – Implementasi 24 protokol P3K standar menjadi pencapaian signifikan dalam program pelatihan kegawatdaruratan medis yang dilaksanakan KAI Daop 3 Cirebon. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Cakrabuana ini telah berhasil menstandardisasi seluruh prosedur pertolongan pertama yang akan diterapkan oleh frontliner dalam berbagai situasi darurat yang mungkin dihadapi dalam operasional kereta api.

Ke-24 protokol standar ini mencakup spektrum lengkap penanganan medis darurat, mulai dari kondisi ringan seperti luka gores dan mimisan, hingga situasi mengancam jiwa seperti henti jantung dan trauma berat. Setiap protokol telah disusun berdasarkan pedoman medis internasional dan disesuaikan dengan kondisi operasional spesifik lingkungan kereta api.

Standardisasi protokol ini memastikan bahwa setiap frontliner, terlepas dari divisi atau stasiun penugasan mereka, akan memberikan respons yang konsisten dan berkualitas tinggi terhadap setiap jenis emergency. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan kualitas pelayanan yang uniform di seluruh jaringan operasional.

Manajer Hubungan Masyarakat KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menjelaskan bahwa standardisasi protokol ini merupakan terobosan dalam industri transportasi. “Dalam beberapa kesempatan terdapat penumpang KA yang mengalami gangguan kesehatan maupun kecelakaan ringan di tengah perjalanan yang memerlukan bantuan penanganan,” kata Muhib. Implementasi 24 protokol ini diharapkan dapat menjadi model untuk diterapkan di seluruh unit operasional KAI di Indonesia.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *