Semarang, 4 Desember 2025 – Pelayanan prima di masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dipastikan akan menjadi fokus utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang. Jaminan ini didapatkan menyusul hasil positif dari Rampcheck Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang baru saja diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Pemeriksaan kelayakan fasilitas dan sarana ini berlangsung intensif selama dua hari, dari 3 hingga 4 Desember 2025.
Kegiatan inspeksi oleh DJKA Kemenhub didasarkan pada ketentuan ketat dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019. Tim gabungan DJKA, BTP Kelas 1 Semarang, dan Satuan Pelayanan Pekalongan, memeriksa setiap detail operasional, mulai dari fasilitas keselamatan seperti ketersediaan APAR, jalur evakuasi, dan nomor darurat di stasiun. Kesiapan fasilitas kesehatan seperti P3K, kursi roda, dan kualitas pencahayaan juga menjadi perhatian penting yang diperiksa secara cermat.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyoroti peran penting Rampcheck ini sebagai indikator kesiapan. “Pemeriksaan SPM ini merupakan langkah penting untuk memastikan kelaikan dan kesiapoperasian fasilitas pelayanan, baik di stasiun maupun di atas kereta api. Fokus utama meliputi pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan,” jelas Franoto.
Pengecekan di atas kereta api mencakup evaluasi terhadap fasilitas keselamatan seperti rem darurat, alat pemecah kaca, dan informasi kontak kondektur. Selain itu, aspek kenyamanan penumpang, seperti kebersihan toilet, kondisi pengatur suhu udara, serta fasilitas untuk penyandang disabilitas, juga diverifikasi. “Secara umum hasil pengecekan menunjukkan bahwa pelayanan dan fasilitas yang disediakan oleh KAI Daop 4 Semarang telah memenuhi ketentuan PM 63 Tahun 2019. Kami menjadikan hasil inspeksi ini sebagai dorongan untuk terus memperkuat kualitas pelayanan,” tambah Franoto. (Redaksi)

