Jakarta, 18 Agustus 2025 – Harmonisasi antara pembangunan ekonomi dan kelestarian alam menjadi filosofi utama dalam program Relawan Bakti BUMN yang difasilitasi KAI di Desa Hatinggian, Toba. Tema “Tao, Dolok Dohot Harangan” yang berarti Danau, Bukit, dan Hutan yang Indah menjadi panduan dalam setiap kegiatan program. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap upaya pembangunan tetap mempertahankan keseimbangan ekosistem alam.
Program pengelolaan eceng gondok secara ramah lingkungan menjadi contoh nyata bagaimana masalah lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi. Masyarakat dilatih untuk mengolah tanaman yang selama ini dianggap sebagai hama menjadi produk kerajinan bernilai tambah. Inovasi ini menciptakan solusi win-win antara konservasi lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Aksi pembersihan kawasan danau dan air terjun melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Program edukasi lingkungan memberikan pemahaman tentang dampak pencemaran dan pentingnya menjaga kelestarian alam. Kesadaran lingkungan yang tertanam dalam masyarakat menjadi kunci keberlanjutan upaya konservasi.
Model pembangunan berkelanjutan ini dapat menjadi rujukan untuk daerah-daerah lain yang memiliki potensi alam dan budaya serupa. KAI melalui program Relawan Bakti BUMN membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring untuk menciptakan kemakmuran yang berkelanjutan.
(Redaksi)

