Palembang, 6 Desember 2025 – Intensitas hujan yang tinggi pada akhir tahun menjadi perhatian serius bagi PT KAI Divre III Palembang. Untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, perusahaan menerapkan pengawasan ketat di 17 titik rawan yang tersebar di jalur operasional. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap risiko tanah labil, banjir, dan longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Sejak memasuki musim hujan, tim teknis KAI telah melakukan inspeksi rutin dan pemantauan geoteknik untuk mendeteksi perubahan struktur tanah dan kondisi jalur. Titik-titik rawan tersebut meliputi daerah dengan tingkat kemiringan tanah yang tinggi serta area jembatan (BH) yang rentan mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem. Semua titik dipantau dengan frekuensi yang ditingkatkan selama periode Nataru.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi membuat stabilitas jalur menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, KAI harus memastikan bahwa semua titik kritis sedang dalam kondisi aman untuk dilintasi. Ia menyatakan bahwa pola operasi siaga diterapkan agar tim dapat merespons cepat terhadap setiap potensi gangguan.

“Cuaca ekstrem bukan sekadar ancaman teknis, tetapi faktor risiko serius terhadap stabilitas jalur kereta api. Karena itu, KAI Divre III Palembang menjalankan pola operasi siaga dengan memperkuat penjagaan jalur. Setiap titik rawan dan pergerakan tanah kami pantau, dan setiap potensi ancaman direspon cepat,” tegas Aida.

Selain pengawasan manual, KAI juga memperkuat kesiapan dengan menyiagakan AMUS yang berisi material darurat. Perlengkapan seperti karung penahan erosi, bantalan, balas, dan rel bekas dipersiapkan sebagai bagian dari langkah cepat untuk menjaga kestabilan jalur. Material ini penting untuk memperkuat struktur jalur yang berpotensi melemah akibat hujan.

Dukungan teknis juga diperkuat melalui keberadaan KPJR, gerbong balas, dan lori dresin yang siap digerakkan sewaktu-waktu. Peralatan teknis lain, termasuk genset, lampu sorot, chainsaw, serta alat potong rel, disiagakan agar petugas dapat bekerja di kondisi apa pun, termasuk dalam situasi minim cahaya. Semua unit bergerak dalam pola koordinasi terpusat.

Pengawasan ketat dilakukan selama 24 jam dengan petugas yang disiagakan khusus di lapangan. Mereka bertugas mencatat perubahan-perubahan kecil pada jalur yang berpotensi membesar menjadi ancaman keselamatan. Setiap laporan langsung diteruskan ke pusat komando untuk dilakukan evaluasi dan langkah tindak lanjut.

Dengan pengawasan intensif pada 17 titik rawan ini, KAI Divre III menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan perjalanan yang aman pada masa Nataru 2025/2026. Meski cuaca ekstrem menjadi faktor risiko utama, KAI optimistis perjalanan tetap dapat berlangsung selamat dan nyaman. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *