Jakarta, 18 Agustus 2025 – Semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan program Relawan Bakti BUMN yang difasilitasi KAI dalam mewujudkan konsep desa wisata berkelanjutan di Hatinggian, Toba. Kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan pemerintah desa menciptakan sinergi yang menghasilkan dampak positif di berbagai sektor. Keindahan Danau Toba dioptimalkan sebagai daya tarik utama yang dikemas dengan nilai-nilai budaya lokal dan kelestarian lingkungan.

Pembangunan spot foto strategis di tepi Danau Toba menjadi investasi jangka panjang untuk pengembangan sektor pariwisata. Fasilitas ini tidak hanya menarik wisatawan untuk berkunjung, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan usaha pendukung seperti kuliner, souvenir, dan jasa wisata. Pendekatan ini memastikan bahwa manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program pembersihan kawasan wisata di Air Terjun Situmurun menunjukkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan sebagai aset pariwisata. Edukasi pengelolaan sampah dan konservasi alam diberikan kepada masyarakat untuk memastikan keberlanjutan daya tarik wisata. Lingkungan yang bersih dan terjaga menjadi modal utama dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Konsep desa wisata berkelanjutan yang dikembangkan ini menggabungkan aspek ekonomi, budaya, dan lingkungan dalam satu kesatuan yang harmonis. KAI melalui program Relawan Bakti BUMN membuktikan bahwa pembangunan pariwisata dapat dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian alam dan memperkuat identitas budaya lokal.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *