18 Februari 2026 – Langkah baru diambil Gilang Dirga dalam perjalanan kariernya di industri hiburan. Untuk pertama kalinya, Gilang dipercaya terlibat sebagai pengisi suara dalam film fiksi ilmiah berjudul Pelangi di Mars. Dalam film animasi ini, ia menghidupkan karakter robot bernama Petya, sebuah peran yang menjadi tantangan sekaligus pencapaian penting baginya.
Bagi Gilang, pengalaman ini bukan sekadar proyek baru, melainkan sebuah milestone. Meski selama ini dikenal piawai menirukan berbagai suara tokoh publik, dunia voice acting film animasi menghadirkan kompleksitas yang jauh berbeda dari yang ia bayangkan sebelumnya.
Gilang mengungkapkan bahwa tantangan utama justru terletak pada proses menghidupkan karakter yang tidak memiliki ekspresi manusia. Sebagai robot, Petya harus tetap mampu menyampaikan emosi dan kedalaman karakter hanya melalui intonasi, tempo, dan warna suara. Hal ini menuntut konsentrasi tinggi serta pemahaman mendalam terhadap karakter yang diperankan.
Tak hanya soal penghayatan, aspek teknis juga menjadi ujian tersendiri. Gilang harus menyesuaikan ritme dialog dengan visual animasi yang sudah digarap lebih dahulu. Setiap kalimat harus tepat waktu dan selaras dengan gerakan karakter di layar, sebuah proses yang membutuhkan ketelitian dan disiplin tinggi.
Meski penuh tantangan, proses tersebut justru membuka perspektif baru bagi Gilang. Ia mengaku semakin menikmati dunia pengisi suara dan merasa tertantang untuk terus mengeksplorasi kemampuan aktingnya lewat medium animasi. Pengalaman ini bahkan membuatnya tertarik untuk kembali terlibat dalam proyek serupa di masa mendatang.
Pelangi di Mars sendiri merupakan karya sutradara Upi Guava, yang dikenal memiliki kecintaan mendalam pada genre fiksi ilmiah sejak kecil. Film ini dirancang sebagai ruang imajinasi luas bagi anak-anak Indonesia, dengan cerita yang menekankan keberanian bermimpi dan keyakinan bahwa tidak ada batas yang tak bisa ditembus.
Lewat film ini, sang sutradara ingin menghadirkan sosok anak-anak sebagai pahlawan utama dalam kisah petualangan futuristik. Cerita Pelangi di Mars juga lahir dari kegelisahan akan semakin sempitnya ruang eksplorasi imajinasi generasi muda di era digital yang serba instan.
Film ini diproduksi oleh Mahakarya Pictures dan MBK Production, dengan dukungan sejumlah rumah produksi dan studio kreatif nasional. Pelangi di Mars dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada momen Lebaran 2026, tepatnya 18 Maret.
Dengan perpaduan cerita futuristik, pesan inspiratif, serta keterlibatan talenta lintas bidang seperti Gilang Dirga, Pelangi di Mars diharapkan mampu menjadi tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan kembali imajinasi dan keberanian bermimpi anak-anak Indonesia. (Redaksi)

