Jakarta, 19 November 2025 – Geometri perlintasan di JPL Nomor 169 dan JPL Nomor 177 Kabupaten Pemalang diperbarui sebagai bagian integral dari program perbaikan jalur rel yang dijalankan KAI Daop 4 Semarang. Pembaruan yang dimulai pada 19 November 2025 ini merupakan respons terhadap kebutuhan peningkatan kualitas prasarana di titik-titik strategis yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi. Pekerjaan ini dirancang untuk memastikan jalur rel memiliki geometri yang sesuai standar keselamatan operasional kereta api.

JPL Nomor 177 yang berlokasi di Jalan Hos Cokroaminoto, Sidorejo, Lawangrejo dikerjakan pada 19-20 November, sementara JPL Nomor 169 di Jalan Slamet Riyadi, Mulyoharjo ditangani pada 21-22 November. Kedua lokasi ini merupakan perlintasan sebidang yang padat aktivitas sehingga memerlukan penanganan khusus dalam pelaksanaannya. Waktu pengerjaan ditetapkan pada malam hari dari pukul 20.00 WIB hingga 06.00 WIB untuk meminimalkan gangguan terhadap mobilitas masyarakat dan operasional kereta api.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan pentingnya pembaruan geometri perlintasan sebagai upaya menjaga keandalan prasarana. “Perbaikan ini sangat diperlukan untuk memastikan operasional kereta api yang andal, aman, dan nyaman serta mengurangi potensi gangguan perjalanan akibat kondisi prasarana yang menurun, terutama di area perlintasan sebidang yang padat aktivitas,” katanya. Koordinasi dilakukan dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat untuk menerapkan sistem rekayasa lalu lintas buka tutup jalan selama proses berlangsung.

Lingkup pekerjaan mencakup pembongkaran aspal eksisting di perlintasan, perataan dan penghalusan jalur rel khususnya pada area lengkungan, peninggian jalur hilir untuk penyesuaian elevasi, penstabilan jalur, dan pengaspalan ulang jalan. Franoto menegaskan bahwa KAI Daop 4 terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan perjalanan kereta api dengan menjaga kestabilan jalur rel. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses perbaikan berlangsung demi terciptanya perjalanan yang lebih handal dan selamat.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *