Jakarta, 4 November 2025 – Modernisasi fasilitas yang masif di Stasiun Tanah Abang Baru, yang diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, tidak hanya meningkatkan kapasitas penumpang hingga 380 ribu per hari, tetapi juga menjadi fondasi untuk percepatan frekuensi perjalanan KRL di masa depan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan rencana untuk meningkatkan frekuensi perjalanan lintas Tanah Abang–Serpong–Rangkasbitung menjadi setiap 4–6 menit pada tahap pembangunan kedua tahun 2027. Stasiun Tanah Abang sendiri telah melayani 63 juta penumpang selama Januari–Oktober 2025.

Pembangunan tahap pertama, yang menelan biaya Rp380,93 miliar, telah menghasilkan fasilitas yang jauh lebih baik, termasuk 4 peron dan 6 jalur untuk melayani rangkaian 12 gerbong. Dudy menyebut, pengembangan ini adalah kebutuhan strategis untuk memperkuat kawasan berorientasi transit. “Semoga Allah SWT meridhoi upaya kita dalam menyediakan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Dudy dalam sambutannya.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan optimisme bahwa modernisasi ini akan memperkuat ekosistem transportasi perkotaan. Bobby menjelaskan bahwa stasiun ini mengutamakan efisiensi pergerakan pelanggan dan memperkuat konektivitas. KAI juga terus berperan aktif dalam penguatan layanan publik melalui KAI Commuter, yang saat ini menjalankan 1.141 frekuensi perjalanan Commuter Line setiap hari di berbagai wilayah.

Presiden Prabowo Subianto, yang tiba di lokasi dengan KRL, menyampaikan bahwa kehadiran Stasiun Tanah Abang Baru merupakan simbol kemajuan transportasi publik nasional. Presiden memuji kualitas kereta api di Indonesia yang bersih, nyaman, dan berstandar tinggi. Beliau berkomitmen untuk terus berinvestasi pada sarana dan prasarana transportasi, termasuk penambahan 30 rangkaian kereta baru yang disetujui, demi kesejahteraan rakyat. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *