

Jakarta, 3 Desember 2025 – Jejak sepatu boots Bobby Rasyidin tercetak di tanah yang masih basah di sekitar jalur kereta api Medan-Binjai. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia ini tidak segan turun langsung ke lokasi yang baru pulih dari banjir untuk memastikan jalur benar-benar aman. Di sampingnya, Direktur Bisnis Rafli Yandra dan jajaran Kementerian Perhubungan turut mengamati setiap sudut jalur yang sempat terendam air. Hari-hari sebelumnya adalah masa yang menegangkan bagi KAI dan masyarakat Sumatera Utara. Banjir yang melanda sejak 27 November memaksa KA Srilelawangsa berhenti beroperasi, meninggalkan ribuan penumpang tanpa pilihan transportasi. Namun di balik tantangan itu, ratusan pekerja KAI bekerja tanpa henti memompa air, memeriksa rel, dan memperbaiki kerusakan. Bobby menyaksikan sendiri dedikasi mereka yang bekerja bahkan di tengah hujan deras. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan KAI, khususnya tim prasarana yang sudah bekerja tanpa lelah di tengah cuaca ekstrem,” ujarnya dengan suara penuh haru. Di dalam kereta inspeksi, Bobby dan rombongan menyusuri setiap kilometer jalur sambil memeriksa data keselamatan. Ketika semua parameter menunjukkan angka yang aman, keputusan pun diambil untuk membuka kembali operasional. Sore itu, peluit kereta kembali terdengar di Stasiun Medan, menandai KA Srilelawangsa telah kembali normal melayani perjalanan masyarakat.
(Redaksi)

