Jakarta, 07 Agustus 2025 – Era baru dalam layanan kereta api telah dimulai. PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mendorong transformasi digital demi mempermudah perjalanan penumpang, salah satunya dengan menghadirkan teknologi Face Recognition (FR) di boarding gate. Dalam tujuh bulan pertama tahun 2025, sebanyak 6.318.132 pelanggan sudah memanfaatkan layanan ini.
Dengan beralih dari tiket fisik ke pindai wajah, KAI berhasil menghemat pembelian 16.295 rol kertas tiket senilai Rp239.129.125. Efisiensi ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih praktis, cepat, dan ramah lingkungan.
“Kepercayaan pelanggan terhadap teknologi Face Recognition menunjukkan bahwa transformasi digital yang kami lakukan telah sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin praktis dan tentunya ramah lingkungan,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.
Sejak diluncurkan pada 2022, total 16.398.343 penumpang telah menggunakan layanan ini. Penghematan kumulatif yang dicapai KAI mencapai 40.296 rol kertas tiket atau setara Rp599.136.661, sebuah pencapaian yang menandai komitmen perusahaan pada keberlanjutan.
Pendaftaran layanan FR dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Access by KAI. Cukup unduh atau perbarui aplikasi, masuk atau buat akun, pilih menu Akun > Registrasi Face Recognition, setujui syarat dan ketentuan, isi data diri, unggah foto selfie, lalu klik “Daftar Sekarang”.
Setelah terdaftar, pelanggan hanya perlu memindai wajah di boarding gate. Jika data sudah valid, pintu akan terbuka otomatis tanpa memerlukan tiket cetak atau antre pengecekan manual. Sistem ini mempercepat proses boarding dan mengurangi antrian di stasiun.
KAI menjamin keamanan data biometrik penumpang. Data hanya disimpan maksimal satu tahun dan dapat dihapus sesuai permintaan pengguna. Sistem ini telah memenuhi standar ISO 27001 mengenai Manajemen Keamanan Informasi, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir soal kerahasiaan informasi pribadi.
“Inovasi ini merupakan bagian dari perjalanan KAI menuju layanan transportasi yang semakin mudah, cepat, dan ramah lingkungan,” tambah Anne.
Selain FR, KAI juga menawarkan berbagai inisiatif ramah lingkungan, termasuk fitur carbon footprint di aplikasi untuk mengukur emisi perjalanan dan water station di stasiun guna mengurangi limbah botol plastik sekali pakai. (Redaksi)

