Jakarta, 03 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Commuter menghadirkan inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, yakni Kereta Petani dan Pedagang. Layanan ini dirancang untuk membantu masyarakat Banten, khususnya petani dan pedagang kecil, dalam mendistribusikan hasil panen ke pasar dengan lebih cepat dan efisien.
Kereta yang dikembangkan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng ini telah menjalani tahap uji lintas dan kini memasuki fase penyempurnaan operasional. Program ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kemajuan transportasi berbasis rel yang berpihak pada rakyat kecil.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan langkah konkret KAI dalam menghadirkan transportasi publik yang memiliki nilai sosial dan ekonomi tinggi.
“Melalui KAI Commuter, kami sedang menyiapkan konsep pengoperasian layanan yang akan membantu petani dan pedagang menjangkau pasar dengan lebih mudah, efisien, dan berbiaya terjangkau. Transportasi berbasis rel berperan penting dalam memperkuat rantai pasok dan mendorong ekonomi daerah,” ujar Anne.
Menurut data BPS Banten 2023, sektor pertanian menjadi penyumbang signifikan bagi perekonomian daerah. Namun, keterbatasan akses transportasi membuat banyak hasil panen tidak tersalurkan dengan optimal. Kehadiran Kereta Petani dan Pedagang diharapkan menjadi solusi nyata bagi masalah tersebut.
Survei internal KAI Commuter menunjukkan bahwa 81,23 persen pengguna Commuter Line Merak menyatakan dukungan penuh terhadap layanan baru ini. Mereka menilai bahwa keberadaan kereta ini tidak hanya memperlancar pengiriman barang, tetapi juga membantu menekan biaya operasional usaha.
Untuk tahap awal, layanan ini akan beroperasi di lintas Rangkasbitung Line. KAI Commuter terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub dalam hal keselamatan perjalanan, pengaturan jadwal, dan efisiensi proses bongkar muat.
“Program ini masih dalam tahap persiapan, dan kami ingin memastikan setiap langkahnya berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui transportasi yang inklusif dan produktif,” tambah Anne. (Redaksi)

