Jakarta, 10 November 2025 – Inovasi dalam metode pembelajaran terus berkembang seiring dengan kehadiran program Edutrain dari PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto. Konsep pembelajaran bergerak yang memanfaatkan kereta api sebagai kelas mobile berhasil menarik perhatian ribuan siswa sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 58.664 peserta dari berbagai tingkat pendidikan telah merasakan pengalaman belajar unik yang menggabungkan perjalanan dengan transfer pengetahuan tentang sistem transportasi kereta api.
Pendekatan pembelajaran kontekstual yang diterapkan dalam program ini memberikan nilai tambah signifikan bagi pendidikan siswa. Menurut Imanuel Setya Budi Harwanto, Pelaksana Harian Manager Humas Daop 5 Purwokerto, program ini dirancang inklusif untuk semua jenjang. “Program Edutrain diperuntukkan bagi siswa-siswi dari tingkat PAUD hingga SMA. Melalui kegiatan ini, peserta diajak belajar langsung di luar kelas dengan mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian mulai dari aktivitas di stasiun hingga pengalaman menarik menjajal perjalanan menggunakan kereta api,” jelasnya. Pembelajaran berbasis pengalaman ini terbukti lebih efektif dalam membangun pemahaman siswa tentang transportasi publik dibandingkan metode ceramah di kelas.
Materi pembelajaran yang disampaikan dalam Edutrain mencakup berbagai aspek penting perkeretaapian. Siswa mendapatkan panduan lengkap tentang etika dan prosedur keselamatan saat menggunakan kereta api, mulai dari tahap persiapan perjalanan hingga tiba di tujuan. Pengenalan terhadap profesi-profesi di dunia perkeretaapian membuka wawasan siswa tentang peluang karir di masa depan. Selain itu, mereka juga diajak memahami perkembangan teknologi transportasi modern dan berbagai fasilitas yang tersedia untuk kenyamanan penumpang, memberikan apresiasi terhadap kompleksitas sistem transportasi massal.
Komponen keselamatan mendapat porsi khusus dalam kurikulum Edutrain dengan materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Siswa diedukasi tentang zona berbahaya di sekitar jalur kereta api dan mengapa mereka harus menghindari bermain di area tersebut. Pembelajaran tentang dampak buruk vandalisme, termasuk tindakan melempar kereta, disampaikan untuk membangun kesadaran tentang tanggung jawab sosial. Dengan investasi sebesar Rp50.000 per peserta yang sudah mencakup perjalanan pulang pergi menggunakan KA Kamandaka relasi Purwokerto-Cilacap, program ini menawarkan nilai edukatif yang sangat baik. Informasi lengkap dan pemesanan dapat dilakukan melalui nomor +62 811-2021-0005, memudahkan sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tidak terlupakan bagi para siswanya.
(Redaksi)

