Jakarta, 14 Oktober 2025 – Dukungan konkret PT Railink terhadap aksesibilitas transportasi di tahun 2025 terwujud melalui berbagai inovasi layanan inklusif yang progresif. Sebagai operator KA Bandara di Indonesia, perusahaan ini terus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan terobosan-terobosan baru yang meningkatkan aksesibilitas bagi seluruh kalangan. Tahun 2025 menandai era baru dalam layanan transportasi bandara yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Porwanto Handry Nugroho, Direktur Utama PT Railink, menyampaikan bahwa inovasi layanan inklusif merupakan fokus utama perusahaan di tahun 2025. “KAI Bandara berkomitmen untuk memberikan layanan yang setara bagi seluruh pelanggan. Kami terus berinovasi dalam menghadirkan fasilitas dan pelayanan yang inklusif, karena kami percaya bahwa transportasi publik harus dapat diakses oleh semua kalangan,” ujar Porwanto. Komitmen ini direalisasikan melalui berbagai program inovatif yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mengubah paradigma tentang aksesibilitas dalam transportasi publik.

Berbagai inovasi diluncurkan untuk memperkuat dukungan terhadap aksesibilitas transportasi. PT Railink mengintensifkan program pelatihan petugas frontliner dengan metode-metode baru yang lebih efektif. Pelatihan tidak hanya dilakukan secara klasikal, tetapi juga melalui simulasi interaktif dan pembelajaran berbasis pengalaman yang memungkinkan petugas mengembangkan kompetensi secara lebih mendalam. Inovasi dalam sistem pelatihan ini memastikan petugas mampu memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan sangat responsif terhadap kebutuhan beragam penumpang. Selain itu, PT Railink juga mengimplementasikan sistem survei kepuasan pelanggan yang lebih canggih dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mendapatkan umpan balik real-time.

Inovasi dalam fasilitas fisik juga menjadi bagian penting dari dukungan PT Railink terhadap aksesibilitas. Fasilitas ramah difabel terus ditingkatkan dengan standar yang lebih tinggi. Jalur pemandu atau guiding block dirancang dengan material dan desain yang lebih baik untuk meningkatkan efektivitasnya. Ruang laktasi dilengkapi dengan fasilitas yang lebih lengkap dan nyaman. Kursi roda dan tongkat yang disediakan menggunakan teknologi terkini untuk memberikan kenyamanan dan keamanan maksimal bagi pengguna. “Kami ingin memastikan bahwa pengalaman perjalanan bersama KAI Bandara tidak hanya nyaman, tetapi juga setara dan inklusif bagi semua pelanggan. Kami akan terus beradaptasi dan berinovasi demi menciptakan transportasi publik yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” tambah Porwanto. Melalui serangkaian inovasi di tahun 2025, PT Railink menunjukkan dukungan yang kuat terhadap aksesibilitas transportasi melalui layanan inklusif yang semakin berkembang.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *