Jakarta, 21 Desember 2025 – Untuk mendukung mobilitas masyarakat di akhir tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan serangkaian program promosi yang dirancang khusus untuk periode Nataru. Inisiatif ini merupakan respons proaktif terhadap peningkatan kebutuhan perjalanan yang terjadi setiap tahun menjelang Natal dan Tahun Baru. Dengan menawarkan berbagai kemudahan dan keuntungan, KAI Group berupaya memfasilitasi rencana perjalanan masyarakat dengan lebih baik.
Program utama berupa diskon 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial yang berlaku dari 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 menjadi penawaran paling menarik. Total kapasitas yang disediakan mencapai 1.509.080 tempat duduk, jumlah yang sangat signifikan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan nasional. Hingga 21 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tercatat 808.543 tiket telah terjual atau 54 persen dari total kapasitas, menandakan sambutan positif dari masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan dalam mendukung mobilitas nasional. “Melalui kolaborasi lintas layanan, KAI Group menghadirkan pilihan perjalanan yang fleksibel, saling terhubung, dan mendukung perencanaan perjalanan keluarga maupun individu,” ungkapnya. Pendekatan kolaboratif ini memastikan bahwa berbagai layanan KAI Group dapat bekerja secara sinergis untuk memberikan pengalaman perjalanan yang optimal.
Program promosi juga diperluas ke layanan transportasi perkotaan dan konektivitas bandara untuk memberikan solusi mobilitas yang menyeluruh. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta menawarkan tarif spesial Rp50.000, LRT Jabodebek memberlakukan tarif maksimal Rp10.000 pada hari libur, dan kereta cepat Whoosh memberikan cashback melalui berbagai platform digital. Integrasi berbagai layanan ini menciptakan ekosistem transportasi yang lengkap, memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan dengan lebih efisien dari pintu ke pintu, mendukung mobilitas akhir tahun yang lancar dan nyaman.
(Redaksi)

