17 Februari 2026 – Barcelona harus menelan pil pahit saat melawat ke Estadi Montilivi. Sempat unggul lebih dulu dan tampil dominan sepanjang laga, Blaugrana justru pulang dengan kekalahan 1-2 setelah Girona bangkit di babak kedua. Momen krusial berupa penalti yang gagal dimanfaatkan Lamine Yamal menjadi titik balik yang membayangi hasil akhir pertandingan ini.
Sejak menit awal, Barcelona langsung mengambil inisiatif serangan. Lamine Yamal membuka ancaman pada menit keenam lewat sepakan dari tepi kotak penalti yang hanya melenceng tipis di sisi kiri gawang Girona. Tekanan terus dilancarkan tim tamu, termasuk peluang emas Raphinha pada menit ke-16 ketika ia lolos dari kawalan dan tinggal berhadapan dengan kiper. Sayangnya, penyelesaian akhirnya kembali melebar dari sasaran.
Yamal kembali mendapat kesempatan tak lama kemudian, namun kali ini sepakannya masih bisa diamankan penjaga gawang Girona. Dominasi Barcelona di awal laga tak serta-merta membuat Girona pasif. Tuan rumah merespons pada menit ke-23 melalui Viktor Tsygankov yang memaksa Joan Garcia melakukan penyelamatan penting demi menjaga skor tetap imbang.
Menjelang turun minum, Barcelona semakin gencar menekan. Raphinha nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-43 lewat tembakan jarak jauh, tetapi bola hanya membentur tiang gawang. Puncak drama babak pertama terjadi saat Barcelona mendapat hadiah penalti setelah Dani Olmo dijatuhkan Daley Blind di kotak terlarang. Lamine Yamal yang dipercaya sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna, karena sepakannya kembali menghantam tiang. Skor 0-0 bertahan hingga jeda, meski Barcelona tampil jauh lebih agresif.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60. Berawal dari situasi sepak pojok, umpan Jules Kounde disambut sundulan Pau Cubarsi yang mengarah ke pojok kanan gawang. Gol tersebut seolah menjadi momentum kebangkitan Barcelona, namun keunggulan itu tak bertahan lama.
Hanya dua menit berselang, Girona langsung menyamakan kedudukan. Tomas Lemar memanfaatkan umpan Vladyslav Vanat dan menceploskan bola dari jarak dekat tanpa mampu dibendung Joan Garcia. Gol cepat ini mengubah dinamika pertandingan, membuat Girona semakin percaya diri.
Setelah gol penyeimbang, Girona tampil lebih berani. Serangkaian peluang diciptakan melalui Joel Roca, Tsygankov, dan Ivan Martin, meski sebagian besar masih bisa digagalkan oleh Joan Garcia yang tampil sigap di bawah mistar. Barcelona pun sempat kesulitan keluar dari tekanan, meski sesekali mencoba membangun serangan balik.
Petaka bagi Barcelona datang pada menit ke-86. Sepakan Fran Beltran dari tengah kotak penalti mengarah ke pojok kiri gawang dan berbuah gol kedua untuk Girona. Para pemain Barcelona sempat melayangkan protes karena merasa Jules Kounde dilanggar sebelum gol tercipta, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Barcelona berusaha keras mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan. Peluang terbaik hadir lima menit kemudian ketika Ronald Araujo menyambar umpan matang dari Yamal, tetapi bola justru melambung di depan gawang. Di masa tambahan waktu, Robert Lewandowski sempat menggetarkan jala Girona, namun gol itu dianulir karena offside.
Girona harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Joel Roca diganjar kartu merah akibat pelanggaran terhadap Yamal. Namun waktu yang tersisa terlalu singkat bagi Barcelona untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Peluit panjang pun menutup laga dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.
Kekalahan ini membuat Barcelona tertahan di posisi kedua klasemen dengan koleksi 58 poin dari 24 pertandingan, sekaligus menggagalkan ambisi mereka merebut puncak klasemen dari Real Madrid. Sementara itu, Girona meraih tambahan poin berharga yang mengangkat mereka ke peringkat ke-12 dengan total 29 poin, sekaligus mempertegas ketangguhan mereka saat bermain di hadapan pendukung sendiri. (Redaksi)

