Jakarta, 11 November 2025 – Selama periode Januari hingga Oktober 2025, KAI Group berhasil mencatatkan peningkatan kinerja yang mengesankan, yang didorong oleh upaya penguatan konektivitas nasional. Total pelanggan yang dilayani mencapai 413.867.221 orang, meningkat secara signifikan sebesar 8,15 persen dibandingkan dengan pencapaian 382.669.486 pelanggan pada periode yang sama tahun 2024. Angka pertumbuhan yang solid ini menggarisbawahi peran krusial KAI Group dalam memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung geliat ekonomi daerah, dan mewujudkan konektivitas yang lebih terpadu di seluruh wilayah Indonesia. Keberhasilan ini juga merefleksikan semakin populernya transportasi berbasis rel sebagai moda pilihan utama masyarakat.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini adalah sinyal positif dari tumbuhnya kepercayaan publik terhadap layanan perkeretaapian. Ia menekankan bahwa dampak dari setiap layanan kereta api jauh lebih dalam, menyentuh sektor-sektor ekonomi yang luas. “Setiap perjalanan kereta api memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari mempermudah mobilitas pekerja, meningkatkan arus logistik, hingga menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM di sekitar jalur kereta api,” tegas Anne. Hal ini menunjukkan bahwa investasi KAI Group tidak hanya memperbaiki kualitas transportasi, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Kinerja KAI Commuter menjadi penopang utama dengan peningkatan 6,35 persen, melayani 329.371.437 pelanggan. Sebagai pilihan utama mobilitas harian di kawasan metropolitan, layanan ini membantu mengatasi tantangan kemacetan dan mendukung produktivitas. Sementara itu, kereta jarak jauh dan lokal KAI turut naik 7,12 persen dengan 45.814.270 pelanggan. Peningkatan ini menunjukkan semakin kuatnya daya tarik transportasi publik yang aman dan tepat waktu untuk perjalanan antarkota, yang pada akhirnya memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah melalui pergerakan orang dan barang.

Penguatan konektivitas juga terlihat dari layanan baru dan di luar Jawa. LRT Jabodebek mencatat lonjakan tajam 39,69 persen dengan 23.549.818 pelanggan, membuktikan integrasi yang berhasil. Di luar Jawa, LRT Sumatera Selatan melayani 3.790.240 pelanggan (naik 7,44 persen), dan KA Makassar–Parepare naik 10,64 persen. Selain itu, KAI Wisata mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 57,53 persen, dengan 191.865 pelanggan yang dilayani, menunjukkan peran KAI dalam mendukung sektor pariwisata domestik. Dengan total 5,1 juta pelanggan Whoosh dan pertumbuhan di semua lini, Anne Purba menyimpulkan bahwa transportasi berbasis rel merupakan urat nadi pembangunan. KAI Group berkomitmen untuk terus berinovasi, memastikan layanan yang semakin terintegrasi dan berdampak positif bagi perekonomian nasional. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *