Jakarta, 23 November 2025 – Program diskon Nataru dari PT Kereta Api Indonesia menjadi stimulus ekonomi yang diandalkan pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa mobilitas masyarakat merupakan komponen penting yang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Program stimulus Natal dan Tahun Baru 2025/2026 merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah nyata untuk menggerakkan ekonomi nasional.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa program diskon sebesar 30 persen untuk 182 perjalanan kereta ekonomi komersial merupakan implementasi penugasan pemerintah. “Sebagai implementasi penugasan pemerintah, KAI memberikan diskon sebesar 30 persen untuk 156 KA Reguler dan 26 KA Tambahan. Total kuota yang kami sediakan mencapai 1.509.080 pelanggan, berlaku untuk keberangkatan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026,” ujar Bobby. Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan mobilitas yang berdampak langsung pada sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
VP Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa hingga 23 November, penjualan tiket untuk masa Angkutan Nataru telah mencapai 533.411 penumpang atau sekitar 19 persen dari total 2.767.688 tempat duduk yang tersedia. Tiket dengan tarif diskon dapat dibeli melalui seluruh kanal penjualan mulai 21 November 2025 hingga 10 Januari 2026. “Kuota diskon masih banyak tersedia. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan lebih awal agar dapat memperoleh harga terbaik dan sesuai dengan rencana perjalanan yang diinginkan. Dengan perencanaan yang matang, liburan Nataru dapat berjalan dengan lebih lancar dan nyaman,” tutup Anne.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengajak masyarakat untuk menggunakan dan mengoptimalkan stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi pada masa Nataru. Sebagai stimulus ekonomi, program diskon Nataru diharapkan dapat menggerakkan sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa selama periode liburan. Pemerintah mengandalkan program ini untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di akhir tahun.
(Redaksi)

