Jakarta, 29 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Direktur Utama Bobby Rasyidin mengadakan tinjauan operasional ke Stasiun Bekasi pada Kamis (28/8) untuk mengevaluasi keefektifan strategi pengelolaan kerumunan dan memastikan pengoptimalan pengelolaan arus pada jam-jam sibuk. Kunjungan ini merupakan respons proaktif terhadap pertumbuhan signifikan jumlah pengguna yang memerlukan pengelolaan yang lebih canggih.

Kegiatan pengamatan dilakukan dengan fokus pada pengelolaan jam sibuk, optimalisasi arus penumpang, serta keefektifan sistem papan petunjuk dan panduan arah yang telah diterapkan. Bobby melakukan pemantauan langsung terhadap dinamika kerumunan dan berinteraksi dengan pengguna untuk mendapatkan umpan balik mengenai pengalaman mereka dalam navigasi stasiun pada jam sibuk. Wawasan ini menjadi masukan berharga untuk pengembangan strategi pengelolaan kerumunan yang lebih efektif.

Strategi pengelolaan kerumunan yang telah diterapkan menunjukkan hasil positif dalam mempertahankan arus penumpang yang lancar meskipun dengan volume pengguna yang tinggi. Data menunjukkan bahwa hingga 26 Agustus 2025, jumlah pengguna KRL di Stasiun Bekasi telah mencapai 7.299.901 orang, namun sistem pengelolaan kerumunan yang efektif telah mampu mengelola volume tersebut dengan baik tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.

“Pengelolaan kerumunan yang efektif adalah kunci dalam memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi pengguna, terutama pada jam-jam puncak yang memiliki volume tinggi,” ungkap Bobby. Dia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan kerumunan ini tidak lepas dari profesionalisme dan daya tanggap Insan KAI dalam menerapkan prosedur operasional standar, yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai integritas, kerja sama tim, akuntabilitas, dan tanggung jawab yang dipegang teguh organisasi.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *