Jakarta, 8 September 2025 – Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW menjadikan sejumlah stasiun utama di Indonesia sebagai pusat mobilitas masyarakat. Berdasarkan catatan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Stasiun Pasar Senen tercatat sebagai yang tersibuk, dengan 61.079 keberangkatan dan 59.211 kedatangan pelanggan sepanjang 4–7 September 2025.
Tak hanya Pasar Senen, Stasiun Yogyakarta juga menjadi magnet perjalanan dengan 56.690 keberangkatan dan 55.291 kedatangan. Posisi ini memperlihatkan bahwa kota budaya tersebut masih menjadi destinasi favorit masyarakat saat libur panjang.
Selain dua stasiun itu, aktivitas padat juga terlihat di Stasiun Gambir, Semarang Tawang, dan Surabaya Gubeng. Semua titik mobilitas besar ini menunjukkan tingginya pergerakan masyarakat yang memanfaatkan kereta api untuk bepergian, baik untuk mudik singkat maupun sekadar liburan.
Secara keseluruhan, KAI melayani 785.948 pelanggan KA Jarak Jauh dan menengah dalam kurun waktu empat hari. Tingkat keterisian kursi rata-rata mencapai 119,04% dengan puncaknya pada 7 September 2025 saat 227.695 orang menggunakan jasa transportasi kereta api.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kepercayaannya terhadap kereta api.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan perjalanan liburnya kepada KAI. Selama empat hari libur panjang ini, ratusan ribu pelanggan dapat kami layani dengan selamat, aman, dan nyaman. Bahkan pada hari ini, 8 September 2025, tercatat 127.621 tiket sudah terjual. Kepadatan di sejumlah stasiun utama masih tinggi, menandakan antusiasme masyarakat untuk kembali ke tempat asal maupun melakukan perjalanan bisnis,” tutur Anne.
Tidak hanya KA Jarak Jauh, KAI Group secara total melayani 4.948.376 pelanggan melalui berbagai moda transportasi, termasuk KAI Commuter, LRT Jabodebek, Whoosh, KAI Bandara, LRT Sumsel, KAI Wisata, hingga KA Makassar–Parepare.
Pusat mobilitas di stasiun-stasiun besar ini menegaskan bahwa jaringan kereta api tetap menjadi tulang punggung transportasi massal, terutama saat libur panjang dan momen keagamaan. (Redaksi)

