Jakarta, 16 Oktober 2025 — Kereta bersubsidi Public Service Obligation (PSO) PT Kereta Api Indonesia (Persero) kini menjadi simbol akses, ekonomi, dan keberlanjutan bagi masyarakat. Hingga September 2025, 13.155.181 pelanggan memanfaatkan layanan PSO, meningkat dibanding 12.263.091 pelanggan pada periode yang sama tahun 2024.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menekankan bahwa PSO merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin mobilitas rakyat dari kota besar hingga pelosok daerah.
“PSO adalah bentuk nyata keadilan sosial dalam transportasi. Melalui kerja sama KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, negara memastikan mobilitas rakyat tetap terjaga, dari kota besar hingga pelosok daerah. Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan yang merata,” ujar Anne.
Layanan PSO tidak hanya menghadirkan kemudahan akses, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ribuan pekerja, pelajar, dan pedagang kecil menggunakan kereta untuk menjalankan aktivitas harian dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Setiap perjalanan dengan kereta bersubsidi berarti ikut menjaga bumi. Ketika masyarakat memilih naik kereta, mereka turut mengurangi polusi udara dan emisi karbon. Ini adalah kolaborasi nyata antara pemerintah, KAI, dan masyarakat dalam membangun masa depan hijau,” tambah Anne.
Kereta seperti KA Airlangga, Sri Tanjung, dan Kahuripan menjadi layanan favorit berkat tarif bersahabat dan kenyamanan perjalanan, mencerminkan pentingnya PSO bagi mobilitas nasional.
Hingga September 2025, total pelanggan PSO KAI Group mencapai 331.644.633 orang, termasuk layanan KAI Commuter, LRT Jabodebek, dan KAI Bandara, yang memperluas akses transportasi di berbagai wilayah.
Dengan PSO, KAI tidak hanya menghadirkan transportasi, tetapi juga membuka jalan bagi pembangunan berkeadilan, ekonomi yang inklusif, dan mobilitas ramah lingkungan. “Kami percaya, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang tanggung jawab lingkungan dan keberlanjutan sosial,” tutup Anne. (Redaksi)

