Jakarta, 13 September 2025 – Pesona kuliner hingga panorama alam terus menjadi daya tarik wisatawan mancanegara yang bepergian dengan kereta api di Indonesia. Dari Semarang dengan lumpia khasnya hingga Banyuwangi dengan Kawah Ijen yang mendunia, jalur kereta api kian populer sebagai medium eksplorasi budaya dan keindahan Nusantara.

Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan bahwa tren perjalanan wisatawan asing meningkat signifikan sepanjang 2025, terutama dengan pilihan perjalanan kereta api. Kereta dianggap menawarkan pengalaman yang lebih mendalam karena mampu menghubungkan kota-kota bersejarah, destinasi wisata ikonik, hingga pengalaman kuliner yang autentik.

“Wisatawan mancanegara kini tidak hanya mencari tempat wisata, tetapi juga perjalanan yang bermakna. Kereta api menjadi pilihan karena menghadirkan pemandangan, interaksi sosial, hingga akses ke lokasi wisata yang unik,” kata EVP Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji.

Semarang, misalnya, dengan kuliner lumpia dan Kota Lama menjadi destinasi utama yang ramai disinggahi. Kota ini juga menjadi titik transit strategis bagi wisatawan asing yang hendak melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk melihat Candi Borobudur atau ke Surabaya menuju destinasi di Jawa Timur.

Di ujung timur Jawa, Banyuwangi dengan Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi terbaik yang dijangkau melalui rel kereta. Banyak wisatawan asing menganggap perjalanan malam dari Surabaya ke Banyuwangi sebagai pengalaman unik yang tak tergantikan.

Selain itu, KAI mencatat bahwa pengalaman lintas budaya juga menjadi salah satu alasan wisatawan asing memilih perjalanan kereta. Mereka dapat melihat langsung kehidupan masyarakat, menikmati suasana stasiun, dan mencoba kuliner lokal di berbagai kota persinggahan.

Dengan konektivitas yang semakin baik, jalur kereta api kini menjadi bagian penting dari peta wisata Nusantara. Mulai dari kuliner Semarang, sejarah Yogyakarta, hingga petualangan di Banyuwangi, wisatawan asing semakin dimanjakan dengan ragam pengalaman.

“Kami melihat tren ini akan terus berlanjut. Kereta api bukan hanya transportasi, tetapi juga bagian dari perjalanan wisata yang autentik,” tambah Agus. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *