Jakarta, 13 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi penghubung vital antara sumber energi dan dunia penerbangan nasional. Melalui layanan logistik bahan bakar penerbangan (avtur) dan transportasi penumpang KA Bandara, KAI membangun jembatan konektivitas yang mengalir dari gudang bahan bakar hingga ke landasan pacu pesawat.
Dalam kurun Januari hingga September 2025, KAI mencatat pengangkutan 216.411.500,08 liter avtur, naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. “Pengangkutan avtur merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memperkuat rantai pasok energi nasional. Dengan moda kereta api, distribusi bahan bakar penerbangan berlangsung aman, efisien, dan tepat waktu untuk menjaga kelancaran operasional bandara,” ujar Anne Purba, VP Public Relations KAI.
Distribusi tersebut menjadi penopang utama operasional Yogyakarta International Airport (YIA), yang setiap dua hari menerima pasokan avtur dari KAI untuk memastikan penerbangan tetap berjalan lancar.
Ketersediaan energi penerbangan yang stabil turut menopang pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi di Yogyakarta. Keandalan pasokan avtur memastikan jadwal penerbangan tetap terjaga dan memperlancar arus kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di daerah ini.
Selain mendukung pasokan energi, KAI Group melalui KAI Bandara YIA juga mencatat kenaikan penumpang sebanyak 2.103.545 orang sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Layanan KA YIA Ekspres dan Reguler beroperasi hingga 50 perjalanan per hari, menjadi penghubung efisien antara pusat kota dan bandara.
“Distribusi avtur melalui jalur rel memberikan efisiensi tinggi dan keandalan pasokan bagi sektor penerbangan. Dampaknya terasa luas, mulai dari lancarnya frekuensi penerbangan hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi,” ujar Anne.
Kehadiran KAI dalam dua sektor yaitu energi dan mobilitas menunjukkan bahwa transportasi rel kini menjadi penggerak utama konektivitas nasional yang efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik. (Redaksi)

