Jember, 19 November 2025 – Menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru, Daop 9 Jember tidak hanya fokus pada pengecekan fisik prasarana, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas unit melalui kegiatan inspeksi jalur Bangil–Klakah. Sinergi antardivisi prasarana, operasi, sarana, hingga pengamanan menjadi elemen penting untuk memastikan kelancaran operasional pada periode puncak mobilitas.
Inspeksi ini dipimpin oleh Vice President Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, yang ikut turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh unit memahami tugas masing-masing. Kegiatan ini menjadi forum alami untuk berkomunikasi secara langsung terkait kondisi jalur, tantangan lapangan, serta langkah mitigasi untuk menjaga perjalanan tetap aman.
Menurut Hengky, kegiatan inspeksi lintas menjadi wadah efektif untuk mengintegrasikan informasi antarunit. Momentum ini penting agar setiap unsur operasional memiliki pemahaman yang sama terhadap kondisi aktual prasarana dan kebutuhan penanganannya.
“Melalui inspeksi ini, kami memastikan seluruh jalur dan fasilitas operasi berada dalam kondisi aman, andal, dan siap digunakan. Temuan di lapangan akan langsung kami tindak lanjuti untuk menjaga kualitas layanan dan keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Hengky.
Di jalur Bangil–Klakah, tim mengecek rel, bantalan, persinyalan, telekomunikasi, serta struktur pendukung lainnya. Setiap temuan di lapangan langsung dibahas antara unit terkait untuk menentukan langkah tindak lanjut yang paling tepat dan cepat.
Kesiapan petugas di lapangan juga menjadi perhatian utama. Pemeriksa jalur, penjaga perlintasan, dan petugas lainnya diberi arahan langsung mengenai tata cara pelaporan, respons cepat terhadap gangguan, serta pentingnya menjaga komunikasi antarunit selama masa Nataru.
Koordinasi yang diperkuat lewat inspeksi ini diharapkan mampu meningkatkan kehandalan operasional secara menyeluruh. Ketika komunikasi antarunit berjalan baik, potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani lebih cepat.
Daop 9 optimistis bahwa penguatan koordinasi ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas layanan, terutama ketika lonjakan penumpang terjadi pada puncak Nataru. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen memberikan pelayanan transportasi yang aman dan tepat waktu bagi pelanggan. (Redaksi)

