Madiun, 30 November 2025 – Dalam menghadapi puncak mobilitas pada masa Nataru 2025/2026, KAI Daop 7 Madiun meningkatkan intensitas pembinaan SDM operasional dengan standar yang lebih tinggi. Kunjungan Direktur Pengelola Sarana dan Prasarana KAI, Heru Kuswanto, memperkuat fokus pembinaan yang menitikberatkan pada kedisiplinan dan ketelitian petugas.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pemeriksaan jalur di batas Daop 7 hingga ke Nganjuk. VP 7 Madiun, Ali Afandi, turut mendampingi pemeriksaan berbagai aspek sarana, peron, serta emplasemen stasiun. Pemeriksaan dilakukan detail sebagai bentuk kesiapan menghadapi masa angkutan padat.
DT juga meninjau peralatan persinyalan di Kantor Resor Sintelis 7.3 Nganjuk. Evaluasi difokuskan pada kesiapan teknis dan keterampilan SDM dalam menangani operasional harian. Ketelitian petugas di unit ini menjadi perhatian khusus karena berpengaruh langsung pada keselamatan perjalanan.
Manajer Humas Daop 7, Rokhmad Makin Zainul, menegaskan bahwa arahan DT menjadi dorongan besar bagi petugas. “Kunjungan DT memberikan dorongan semangat sekaligus penegasan mengenai pentingnya menjaga konsistensi dan kesiapsiagaan seluruh fasilitas, terutama dalam menyongsong masa angkutan Nataru,” katanya.
Sesi pembinaan kemudian dilanjutkan di Madiun, di mana DT memberikan pengarahan langsung kepada jajaran sarana dan prasarana. Ia menekankan pentingnya kecermatan dalam pengisian check-sheet serta penerapan tunjuk sebut untuk mencegah kesalahan prosedur.
Deputy 7 Madiun menyampaikan bahwa pembinaan kali ini difokuskan pada peningkatan kompetensi dan kesiapan mental petugas. Hal tersebut dilakukan mengingat beban operasional akan meningkat tajam selama masa libur.
Daop 7 juga memperkuat sinergi antartim melalui koordinasi internal, memastikan setiap unit bekerja dalam ritme yang sama. Evaluasi rutin dilakukan untuk menilai perkembangan kesiapan petugas secara menyeluruh.
Dengan pembinaan SDM yang diperketat ini, Daop 7 menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan serta keselamatan perjalanan. Kesiapan petugas menjadi salah satu kunci utama kelancaran operasional Nataru 2025/2026. (Redaksi)

