Jakarta, 22 Desember 2025 – Menghadapi prediksi cuaca ekstrem selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan serangkaian langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran perjalanan penumpang. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas tinggi yang akan melanda sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi cuaca buruk ini dikhawatirkan akan berdampak pada aksesibilitas menuju stasiun dan mobilitas penumpang secara keseluruhan.
Hujan lebat yang diprediksi terjadi berpotensi menimbulkan berbagai kendala seperti kemacetan lalu lintas, genangan air di sejumlah ruas jalan, dan perlambatan pergerakan kendaraan menuju stasiun. KAI memahami bahwa kondisi tersebut dapat mempengaruhi ketepatan waktu penumpang tiba di stasiun. Hingga 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tercatat penjualan tiket mencapai 2.447.504 tiket dengan rincian 2.161.961 tiket kereta jarak jauh dan 285.543 tiket kereta lokal, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk bepergian di masa libur akhir tahun.
Stasiun-stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi mencakup Pasar Senen dengan 214.737 penumpang, Yogyakarta sebanyak 147.092 penumpang, dan Gambir dengan 144.251 penumpang. Volume tinggi ini turut berkontribusi pada kepadatan akses jalan di sekitar stasiun. Anne Purba selaku Vice President Corporate Communication KAI menyampaikan bahwa perusahaan telah mengantisipasi berbagai skenario yang mungkin terjadi akibat cuaca buruk. “Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun dan tidak mepet dengan jadwal keberangkatan,” tegasnya.
Selain imbauan kepada penumpang, KAI juga telah menyediakan fasilitas penunjang seperti pengering payung di stasiun-stasiun besar untuk menjaga kebersihan dan keamanan area publik. Langkah komprehensif ini diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif cuaca ekstrem terhadap pengalaman perjalanan penumpang. KAI optimis bahwa dengan kolaborasi antara operator dan penumpang dalam mengantisipasi kondisi cuaca, masa Nataru 2025 dapat dilalui dengan aman dan nyaman bagi seluruh pemangku kepentingan.
(Redaksi)

