Jakarta, 14 Agustus 2025 – KAI Daop 5 Purwokerto meluncurkan kampanye keselamatan dengan slogan “berhenti, melihat, dan mendengar” untuk mencegah kecelakaan di perlintasan kereta api. Program ini menjadi respons terhadap 2 kasus kecelakaan yang tercatat sepanjang 2025 akibat kelalaian pengguna jalan dalam mengikuti prosedur keselamatan standar.
Metode “stop-look-listen” merupakan protokol keselamatan internasional yang telah terbukti efektif dalam mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan. Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro menegaskan bahwa setiap pengguna jalan wajib menerapkan protokol ini, terutama di 32 perlintasan tidak terjaga yang memerlukan inisiatif penuh dari individu.
Pentingnya protokol keselamatan ini semakin krusial mengingat karakteristik operasional kereta api yang berkecepatan tinggi dan membutuhkan jarak pengereman panjang. Dengan rata-rata 138 perjalanan kereta setiap hari, potensi interaksi antara kereta dan pengguna jalan di perlintasan sangat tinggi dan memerlukan kewaspadaan maksimal.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhenti, melihat, dan mendengar sebelum melintas, serta patuh pada rambu perlintasan,” tegas Krisbiyantoro. Dia menambahkan bahwa kampanye “Berteman, Berhenti Tengok Kanan Kiri, Aman Jalan” menjadi pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kesadaran keselamatan. Sesuai Undang-Undang Perkeretaapian, pelanggaran protokol keselamatan dapat dikenakan sanksi hukum yang tegas.
(Redaksi)

