Jember, 24 November 2025 – Upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang menjadi fokus utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember. Hal ini menyusul insiden tertempernya mobil oleh KA Probowangi pada Minggu (23/11) malam di perlintasan tidak terjaga kilometer 67+500, petak jalan Rejoso-Pasuruan. KAI Daop 9 kembali mengingatkan agar masyarakat selalu utamakan keselamatan dengan berhati-hati dan mendahulukan kereta api.

Kecelakaan terjadi karena pengemudi mobil nekat melintas dari utara ke selatan tanpa berhenti sejenak, meskipun masinis telah membunyikan klakson lokomotif berulang kali sebagai peringatan. Kelalaian ini membuktikan bahwa perlintasan sebidang merupakan titik rawan kecelakaan. Akibat insiden ini, KA Probowangi harus berhenti sejenak untuk pengecekan sarana dan mengalami keterlambatan sekitar delapan menit. Pengendara mobil dilaporkan hanya mengalami luka ringan, sementara petugas dan penumpang kereta tetap aman.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan penyesalan atas insiden tersebut dan menegaskan kembali pentingnya kedisiplinan. “Jangan terburu-buru, berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada kereta yang melintas,” pesan Cahyo Widiantoro. Ia juga menekankan bahwa perlintasan rel sebidang bukanlah tempat yang aman, melainkan hanya alat bantu peringatan. KAI terus mengimbau agar keselamatan selalu menjadi prioritas utama.

Sebagai langkah tindak lanjut, KAI Daop 9 Jember akan berkoordinasi erat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Tujuan utamanya adalah untuk mengevaluasi dan meningkatkan keamanan di perlintasan kereta api yang tidak terjaga. KAI secara khusus mendesak agar Dishub segera menyediakan petugas penjaga di perlintasan lokasi kejadian, yang merupakan perlintasan teregister. Kewajiban mendahulukan kereta api didukung oleh UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 114, dan pelanggar yang menerobos rel dapat dikenai denda hingga Rp750.000 sesuai Pasal 296 UU LLAJ. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *