Jember, 27 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatat peningkatan okupansi pada KA Pandanwangi setelah resmi menambah 6 stasiun pemberhentian baru sejak 11 Agustus 2025 lalu. Keenam stasiun tersebut adalah Stasiun Ledokombo, Sempolan, Garahan, Glenmore, Sumberwadung, dan Argopuro.

Berdasarkan data per 22 Agustus 2025, sepanjang periode 11 hingga 22 Agustus 2025, KA Pandanwangi telah melayani 36.026 penumpang, atau naik sekitar 3 persen dibanding periode yang sama sebelum adanya penambahan stasiun pemberhentian, yakni sebanyak 35.125 penumpang. Kenaikan ini menjadi bukti antusiasme masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan KA Pandanwangi yang kini lebih mudah dijangkau.

Dari sisi okupansi, Stasiun Garahan tercatat sebagai pemberhentian baru dengan jumlah naik dan turun penumpang tertinggi di wilayah Jember, yakni sebanyak 224 orang. Sementara itu, di wilayah Banyuwangi, Stasiun Glenmore menjadi stasiun favorit masyarakat dengan jumlah naik turun penumpang mencapai 1.542 orang.

“Penambahan enam stasiun pemberhentian baru ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan transportasi kereta api bagi masyarakat. Kami melihat adanya tren positif dengan meningkatnya jumlah penumpang setelah adanya penambahan stasiun tersebut,” ujar Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

KA Pandanwangi sendiri merupakan kereta api lokal bersubsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO), yakni program subsidi pemerintah yang memungkinkan masyarakat dapat menikmati layanan transportasi kereta api dengan tarif yang terjangkau. PSO hadir untuk memastikan transportasi publik tetap inklusif, sehingga seluruh lapisan masyarakat, baik pekerja, pelajar, maupun pelaku usaha kecil dapat merasakan manfaatnya.

Selain menghadirkan layanan transportasi yang aman dan nyaman, keberadaan KA Pandanwangi juga mendorong ekonomi kerakyatan. Dengan kemudahan akses transportasi, mobilitas masyarakat meningkat, perdagangan lokal lebih lancar, serta destinasi wisata di wilayah Jember dan Banyuwangi semakin mudah dijangkau. Hal ini berdampak langsung pada tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar stasiun maupun daerah tujuan.

“Kami meyakini bahwa kereta api tidak hanya sebagai moda transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Semakin mudah masyarakat bergerak, semakin hidup pula pasar, UMKM, dan pariwisata lokal. KA Pandanwangi menjadi bukti nyata bahwa transportasi terjangkau mampu membawa manfaat besar bagi banyak pihak,” tegas Cahyo.

Sebagai bagian dari pelayanan prima, KAI Daop 9 Jember menghimbau pelanggan KA Pandanwangi untuk:

1. Datang lebih awal ke stasiun guna mengantisipasi antrean maupun pemeriksaan tiket.

2. Membatasi barang bawaan sesuai ketentuan maksimal 20 kg dengan dimensi tertentu, sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman.

“Dengan disiplin dan kerjasama dari seluruh pelanggan, perjalanan KA Pandanwangi akan semakin lancar, tertib, dan menyenangkan,” tutup Cahyo. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *